Suara.com - Bocah berusia delapan tahun berinisial AD diduga ditelantarkan kedua orangtuanya, Utomo Permono (45) dan Nurindra Sari, di Perumahan Citra Gran, Cluster Nusa Dua - Blok E, Cibubur. AD dan keempat saudara perempuannya kini diamankan di safe house milik negara, sedangkan orangtua mereka dibawa ke Polda Metrojaya untuk diperiksa.
Utomo membantah melakukan penelantaran dan penganiayaan terhadap anak-anaknya. Menurut dia, AD tidak boleh masuk ke rumah selama berhari-hari sebagai bagian dari pendidikan.
Apa pendapat para tetangga Utomo setelah kasus itu terungkap? Ibu Fitri mengatakan selama ini sering melihat Utomo keluar rumah di malam hari dan pulang subuh. Utomo dan istri dikenal jarang berinteraksi dengan tetangga.
"Dia selalu keluar malam dan pulang jam 03.00 subuh," kata Fitri kepada Suara.com.
Kemudian pada siang hari, katnya, Utomo dan istri jarang keluar rumah.
"Pintu rumahnya selalu tertutup. Rumahnya berantakan, kotor. Kasihan anak-anaknya," tutur Fitri.
Hal senada disampaikan Erwin Nafianto (40), warga yang rumahnya terletak di belakang rumah korban. Beberapa waktu belakangan ini, dia sering mendengar suara musik keras dari rumah Utomo.
"Saya tinggal di belakang rumahnya. Beberapa malam lalu saya dengar suara musik keras dari rumahnya. Itu cukup mengganggu warga," kata Erwin.
Tetangga depan rumah korban, Hendro (45), mengaku sudah sebulan melihat AD di luar rumah terus dan tidak pergi ke sekolah.
"Saya lihat hampir tiap hari anak ini tidur di pos jaga. Bagi kami sebagai warga prihatin. Kami yang membantu merawat anaknya dan nginap di rumah malah dilabrak oleh orangtuanya," kata dia.
Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda mengatakan bocah-bocah itu akan menjalani trauma healing atau tindakan untuk menghilangkan stres, trauma, dan rasa takut. Sebab, selama ini mereka diduga mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari orangtua.
"Kita akan lakukan trauma healing dulu. Kita melihat dari sorot matanya, dia trauma mendalam dan rasa ketakutan," kata Erlinda di lokasi. "Anak-anak ini akan kami lindungi di rumah aman milik negara."
Bila orangtua terbukti bersalah, kata Erlinda, bisa saja negara mengambil alih hak pengasuhan anak-anak itu atau mencabut hak asuh orangtua mereka.
Erlinda mengatakan kondisi anak-anak tersebut sekarang ini terlihat mengalami gangguan psikis, mengalami trauma, dan mengalami tekanan.
"Kakak tertua depresi berat, anak-anak ini masih belia, ada yang usia tiga tahun," katanya.
Anak-anak itu, kata Erlinda, sekarang diberikan makanan dan minuman yang sehat agar kondisi mereka pelan-pelan pulih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital
-
Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari