Suara.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Papua segera melaporkan pemukulan terhadap wartawan Cenderawasih Pos, Fiktor Palembangan yang diduga telah dilakukan oleh Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi.
"Kami sedang membuat format suratnya, kalau sudah selesai, hari ini juga kami segera layangkan laporannya ke Polda Papua," kata Ketua PWI Papua, Abdul Munib, di Jayapura, Senin (18/5/2015).
Ia menjelaskan, surat laporan tersebut dibuat setelah pertemuan dengan sejumlah organisasi pers di kantor PWI setempat pekan lalu.
"Organisasi pers di Jayapura telah membahas kasus kekerasan itu beberapa hari lalu, di antaranya yang hadir adalah Aliansi Jurnalis Independen Papua dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Papua dan Papua Barat. Diharapkan Indonesian Journalist Network Papua juga bisa segera bergabung," katanya lagi.
Dalam rapat itu, kata Munib, disimpulkan bahwa Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi telah dengan sengaja menghalang-halangi seorang wartawan saat melakukan liputan jurnalistik.
"Kami sepakat untuk membuat laporan ke Polda Papua bahwa telah terjadi tindak pidana yang melanggar ketentuan UU Pers, yaitu menghalang-halangi wartawan di lapangan yang berujung pada kekerasan," imbuhnya.
Berkaitan permintaan maaf dari orang nomor satu di Kabupaten Biak Numfor, mantan Pemimpin Redaksi Cenderawasih Post dan Papua Post itu mengatakan, tidak seharusnya seorang pejabat meminta maaf dengan menggunakan logo 'garuda' dalam kop surat yang dibawa oleh Kabag Humas Agus Filma.
"Seharusnya dalam surat permintaan maaf Bupati Biak Numfor itu, di dalamnya tertulis bahwa dia tidak akan mengulangi lagi pebuatan itu kepada siapa pun. Dia harus memberikan jaminan bahwa tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu, dan sudah sepantasnya hadir bertemu dengan insan pers, korban dan redaksi Cenderawasih Post untuk mengklarifikasi persoalan yang terjadi," katanya pula.
Munib juga sepaham dengan pernyataan sejumlah pihak bahwa permintaan maaf saja tidak cukup dilayangkan oleh Bupati Biak Numfor itu.
"Tindak kekerasan yang dilakukan olehnya harus diproses hukum, sehingga dapat memberikan efek jera. Wartawan dilindungi ketika menjalankan tugasnya," kata dia.
Fiktor Palembangan, wartawan Cenderawasih Post perwakilan Kabupaten Biak Numfor dipukul oleh bupati setempat terkait pemberitaan kebakaran Pasar Inpres setempat, pada Sabtu (9/5) sore.
Sejumlah pihak mengecam dan mengutuk tindakan pejabat yang dinilai arogan dan berlaku seperti preman itu, baik di Kabupaten Biak Numfor dan di Kota Jayapura.
Tindak kekerasan dilakukan seorang bupati itu, memunculkan aksi demo dari sejumlah wartawan di Kota Jayapura dengan menggelar aksi solidaritas berunjuk rasa di Mapolda dan kantor gubenur Papua pada Selasa (12/5/2015).
Irwasda Polda Papua Kombes Pol Petrus Waine juga berjanji akan mengusut tuntas kasus itu, namun sebelum dibawa ke ranah hukum pihaknya menginginkan adanya upaya damai. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan