Suara.com - Masyarakat meminta kepolisian menertibkan aktivitas komunitas motor gede di sekitar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Keberadaan mereka dinilai meresahkan sesama pengguna jalan.
Ketua Komunitas Peduli Keselamatan Bersama Aceh Barat Rahmad Maulizar mengatakan sikap kelompok pengendara motor gede sudah melampaui kewajaran karena tidak menghargai pengguna jalan yang lain.
"Setiap mereka konvoi seperti akan ada aksi besar-besaran. Sudah knalpot kendaraan motor mereka blong, ngebut-ngebutan lagi saat konvoi. Masyarakat sudah sangat resah dengan hal-hal demikian," katanya.
Rahmad juga mengeluhkan setiap kali konvoi kelompok tersebut selalu membawa alat pengeras suara untuk sembunyikan sirine.
"Kalau memang komunitas itu persatuan pengendara motor yang baik harusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, kita khawatir aksi-aksi demikian ditiru oleh remaja," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Inspektur Polisi Satu Faisal berjanji akan menindak tegas berupa penangkapan kepada komunitas manapun apabila melanggar tertib berlalulintas.
"Kami tidak tahu kalau hari ini ada kegiatan konvoi, apalagi persoalan izin itu ada bagian lain yang menangani. Namun pada prinsipnya kita akan melakukan penertiban apabila menemukan di lapangan karena hal-hal demikian tidak bisa dibiarkan," kata dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional