Suara.com - Mantan rektor UIN Bandung, Prof Nanat Fatah Natsir mengatakan, sistem pengawasan terhadap perguruan tinggi swasta (PTS) dan perguruan tinggi agama swasta (PTAS) perlu dikaji kembali, untuk mencegah adanya praktik jual-beli ijazah.
"Perlu dikaji, apakah pemberian kewenangan penuh kepada PTS dan PTAS untuk menandatangani ijazah sudah tepat atau belum. Jangan hanya memberi sanksi terhadap praktik jual-beli ijazah, tanpa ada upaya memperbaiki sistem," ungkap Nanat, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (24/5/2015).
Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu mengatakan, perlu dilakukan reformasi sistem ujian, pengawasan dan pembinaan terhadap PTS dan PTAS. Menurut Nanat lagi, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) yang sebelumnya dibubarkan, perlu diaktifkan kembali untuk membina dan mengawasi.
"Mungkin perlu ada pengkategorian PTS dan PTAS seperti dulu, misalnya 'disamakan', 'diakui' dan 'terdaftar'. Hanya PTS dan PTAS dengan status disamakan yang berhak menandatangani ijazah sendiri. Yang lainnya harus disahkan ke Kopertis atau Kopertais," tutur mantan Koordinator Kopertais Wilayah Jawa Barat dan Banten itu.
Nanat mengatakan, kebebasan yang diberikan pemerintah kepada PTS dan PTAS tanpa pembinaan dan pengawasan dari Kopertis atau Kopertais, menjadi pendorong adanya praktik jual-beli ijazah. Dia pun menduga, masih banyak praktik jual-beli ijazah yang belum terungkap, karena lemahnya pengawasan dan pembinaan, serta sistem manajemen PTS dan PTAS yang masih amburadul.
"Harus segera dilakukan pembenahan yang mendasar, bukan sekadar solusi tambal sulam," ujarnya.
Nanat mengatakan, ketika menjabat sebagai rektor dan Koordinator Kopertais selama dua periode, anekdot STIA sebagai "sekolah tidak ijazah ada" pin sudah lama terdengar di kalangan PTS dan PTAS tertentu. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!
-
Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia
-
Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta