Suara.com - Wali Kota Solo, F. X. Hadi Rudyatmo meminta para relawan yang pada 11 Juni 2015 nanti menghadiri acara resepsi pernikahan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dengan Selfi Ananda, tidak berkemah atau mendirikan tenda, baik di dekat lokasi acara atau di lapangan terbuka.
“Kalau mau menginap di Solo untuk menghadiri pernikahan anak Presiden Jokowi, ya harus tidur di Solo, jangan sampai mendirikan tenda atau berkemah,” kata Rudy di Solo, Rabu (3/6/2015).
Rudy menyarankan agar para relawan dikumpulkan di satu tempat, misalnya di Asrama Haji Donohudan yang saat ini memang tidak sedang digunakan. Asrama tersebut memiliki daya tampung besar.
Namun, Rudy menegaskan Pemerintah Kota Solo hanya memberikan saran bukan fasilitas.
“Kalau Pemkot kan memang tidak boleh memfasilitasi. Wong mereka datang bukan karena acara pemkot tapi acara pribadi Presiden. Soal fasilitas yang disiapkan untuk tamu, kan semua juga yang nanggung yang punya kerja,” katanya.
Rudy mencontohkan untuk transportasi para tamu undangan dari tempat parkir menuju lokasi acara, keluarga Jokowi menyediakan becak dan minibus. Semua biaya ditanggung penyelenggara acara, termasuk seragam untuk pengemudi becak yang jumlahnya mencapai 200 orang.
“Tugas saya hanya mencarikan tempat parkir dan transportasi tamu. Kalau semua pembiayaan fasilitas yang nanggung yang ya pihak keluarga. Seperti seragam lurik untuk tukang becak, kemudian fasilitas Paturasan (toilet portable, Red) keluarga juga nyewa kepada DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan),” katanya.
Sedangkan terkait undangan, Rudy mengatakan hingga saat ini belum disebar. Namun yang jelas, nantinya akan ada lima macam undangan menyesuaikan dengan lima kali waktu penyelenggaraan resepsi pada tanggal 11 Juni.
“Undangan dibedakan warnanya sesuai dengan jam resepsi. Yakni jam 10, 11, dan 12 siang untuk sesi siang dan jam setengah 7 dan setengah 8 malam untuk sesi malam. Tapi sampai sekarang undangannya memang belum disebar,” katanya. (Wijayanti Putri)
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius