Suara.com - Penyebutan Blitar, Jawa Timur, sebagai tempat lahir Sukarno oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutan saat menghadiri acara hari Pancasila menuai pro dan kontra.
Sejarawan Anhar Gonggong justru berpendapat bahwa pro dan kontra atas ‘keseleo’ lidah Jokowi bukanlah hal penting.
Menurut Anhar, bisa saja Jokowi membaca dari sumber yang berbeda soal di mana Bung Karno lahir.
"Kalau yang saya tahu beliau lahir di Surabaya, ya apakah saya benar? Belum tentu juga kan,” kata Anhar.
Anhar juga mengatakan, baginya lokasi Bung Karno lahir bukanlah hal penting, sebab yang terpenting adalah ide dan gagasan dari Bung Karno.
"Kalau saya begini, tidak ada urusan dengan tanggal atau tempat lahir, yang penting idenya, pikirannya, salah dikit biarlah. Kitamenghargai Bung Karno karena ide pikiran atau bukan tanggal dan tempat lahirnya,” kata Anhar.
Anhar juga mengatakan, jika yang dianggap kesalahan penyebutan itu akan berdampak pada ide dan gagasan Bung Karno tentang Pancasila dan Indonesia Menggugat, hal itu baru dianggap penting.
Namun jika tak berdampak apa-apa, menurut Anhar tak perlu dibesar-besarkan. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir