- Ribuan pelayat menghadiri upacara penghormatan terakhir bagi Ayatollah Khamenei di Grand Musalla, Teheran pada 4–5 Juni.
- Ayatollah Khamenei tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.
- Massa mengibarkan bendera merah sebagai simbol tuntutan keadilan serta seruan balas dendam atas kematian sang pemimpin.
Suara.com - Ribuan pelayat memadati Grand Musalla, Teheran, Iran dalam upacara penghormatan terakhir bagi Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Khamenei.
Dilansir dari Tasnim News, suasana duka bercampur kemarahan, dengan massa mengibarkan bendera merah dan menyerukan balas dendam atas kematiannya.
Kerumunan yang hadir pada 4–5 Juni itu membawa bendera bertuliskan “Ya Litharat al-Hussein”, simbol kuat dalam tradisi Syiah yang melambangkan darah yang tertumpah dan belum terbalaskan.
Seruan “Balas! Balas!” menggema di tengah prosesi yang berlangsung khidmat.
Selain bendera merah, para pelayat juga membawa bendera Iran, potret Ayatollah Khamenei, serta gambar Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei.
Simbol kepalan tangan turut terlihat, menandakan tekad dan sumpah setia terhadap perjuangan yang ditinggalkan.
Sepanjang hari, massa terus berdatangan ke lokasi.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan elegi duka memenuhi ruang ibadah, menciptakan atmosfer emosional yang kental dengan kesedihan sekaligus tekad.
Ayatollah Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026.
Baca Juga: Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
Peristiwa tersebut terjadi di awal konflik selama 40 hari yang melibatkan Republik Islam Iran.
Kematian tokoh penting tersebut memicu kecaman luas dan gelombang duka di Iran serta kelompok yang tergabung dalam poros perlawanan.
Bendera merah yang dikibarkan dalam prosesi ini dipandang sebagai simbol bahwa tuntutan keadilan dan pembalasan masih terus hidup.
Berita Terkait
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia
-
Iran Kesal dengan Aktivis HAM Dunia, Lihat Kelakuan Israel Cuma Diam
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut