Suara.com - Sebanyak 11 jenazah pandaki ditemukan puncak tertinggi Malaysia, Gunung Kinabalu setelah gempa 5,9 SR mengguncang. Tanah di sana longsor.
Pejabat tim penyelamat Malaysia menyatakan ada 8 orang yang hilang di Gunung itu. Sementara Menteri Pariwisata Malaysia, Masidi Manjun menyatakan sebanyak 137 pendaki, termasuk beberapa orang asing, yang terdampar ketika gempa mengguncang, Jumat (5/6/2015) kemarin selamat. Informasi itu dia katakan dalam postingan di Twitter.
Namun ada juga yang meninggal. Di antaranya seorang siswa sekolah berusia 12 tahun dari Singapura. Namanya Wee Ying Ping Peony. Selain itu seorang pemandu lokal yang berusia 30 tahun. Kepala Kepolisian setemat, Farhan Lee Abdullah menjelaskan ada 9 orang yang tewas dan belum diidentifikasi.
Sebelumnya tercatat ada pendaki dari 16 negara di gunung tertinggi di Pulau Kalimantan itu. Termasuk 117 warga Malaysia, 38 warga Singapura, 5 warga Amerika, 4 warga Belanda, 3 warga Inggris, 2 warga Perancis dan 2 warga Australia. Ada juga wisatawan dari Belgia, Thailand, Filipina, Kazakhstan, India, Selandia Baru, Korea Selatan, Denmark dan China. Saat penyelamatan mereka cuaca mengganggu.
"Kami berusaha untuk menurunkan sembilan mayat dari puncak gunung, tapi itu masalah karena awan tebal," kata seorang pejabat penyelamatan kepada Reuters, Sabtu (6/6/2015).
"Kami berusaha untuk membawa mereka turun dengan helikopter, namun puncak gunung masih mencari berawan. Tetapi bahkan jika cuaca masih buruk, kita akan mencoba membawa mereka turun dengan apapun cara lain," lanjutnya.
Sementara Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan akan ekstra penuh menyelamatkan paraa pendaki. "Semua upaya yang diambil untuk menyelamatkan korban di tragedi ini," jelas dia.
Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Ranau, Sabah, Malaysia, Jumat (5/6/2015) pukul 07.15 waktu setempat dengan pusat gempa terletak 16 km barat laut Ranau.
Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Nasional, seperti dikutip Bernama, menjelaskan getaran gempa tersebut dirasakan di banyak tempat di Sabah, termasuk Ranau, Tambun, Pedalaman, Tuaran, Kota Kinabalu, dan Kota Belud.
Selain merusak bangunan dan infrastruktur, gempa tersebut juga menyebabkan satu dari puncak Gunung Kinabalu yang dikenal sebagai Donkey's Ear Peak patah. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN