Suara.com - Aktivis Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak menyelenggarakan aksi gerak jalan di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2015).
Mereka menentang adanya pekerja anak karena melanggar hak anak. "Anak-anak seharusnya bermain, dan belajar bukan bekerja," ujar Nawawi, salah satu aktivis, kepada Suara.com.
Nawawi menegaskan anak-anak belum layak dijadikan pekerja. Anak-anak biasanya dipekerjakan di sektor informal, seperti pembantu rumah tangga dan pelayan.
Orang yang mempekerjakan anak, katanya, juga tidak memberikan standar gaji, waktu, dan rentan dengan segala bentuk kejahatan serta pelecehan.
Itu sebabnya, Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak mendesak pemerintah tegas menindak orang yang mempekerjakan anak di bawah umur. Selain itu juga mendesak pemerintah mengesahkan undang-undang yang membahas tentang pekerja anak.
Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak juga meminta agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia lebih peka dengan kasus pekerja anak.
Masyarakat juga diminta tidak lagi memperkerjakan anak di bawah umur. Warga yang tahu praktik seperti itu, diimbau lapor ke pihak berwajib.
Dalam aksi, para aktivis mengecat badan mereka dengan warna-warni. Hal ini sebagai bentuk protes dan keprihatinan terhadap kasus pekerja anak yang masih terus terjadi di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Sulsel, Keluarga Penumpang Masih Menunggu Kabar
-
Di Sidang Tipikor, Immanuel Ebenezer Bacakan Surat dari Anak: Ini yang Menguatkan Saya!
-
Saksi Sebut Digitalisasi Pendidikan Era Nadiem Makarim seperti Segelas Kopi Hitam yang Sudah Diramu
-
Geger! Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK, Ratusan Juta Rupiah Disita
-
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Prabowo
-
Eks Wamenaker Noel Batal Minta Amnesti ke Prabowo: Nggak Mau Cengeng, Ngeri Jubir KPK Sinis
-
Dari Gajah Aceh hingga Davos, Misi Ganda Prabowo Lobi Raja Charles dan Petinggi Dunia
-
Terkuak di Sidang! Anak Immanuel Ebenezer Disebut JPU Terima Tas Batik Berisi Rp3 Miliar
-
Mensesneg Respons Usulan E-Voting Pilkada, Pemerintah Buka Kajian Digitalisasi Pemilu
-
WRI Indonesia dan UK PACT Buka FIRST Bootcamp, Cetak Pemimpin Muda untuk Transportasi Sustainable