News / Nasional
Senin, 19 Januari 2026 | 16:04 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto belum berencana melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat.
  • Sebelumnya, muncul prediksi reshuffle kabinet perdana tahun 2026 setelah evaluasi kinerja saat retret di Hambalang.
  • Pengamat politik menilai retret adalah langkah Prabowo menguji dinamika loyalitas sebelum kemungkinan adanya pergantian atau penambahan posisi menteri.

Suara.com - Menteri Sekretaris Negara atau Mensesneg, Prasetyo Hadi menegaskan, bahwa dalam waktu dekat Presiden RI Prabowo Subianto belum akan melakukan perombakan kabinet atau reshuffle.

"Reshuffle? Reshuffle apa? Belum, belum ada," kata Prasetyo ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto diprediksi akan kembali melakukan perombakan kabinet atau reshuffle pada tahun ini. Jika benar, reshuffle ke depan akan menjadi yang perdana pada tahun 2026.

Prediksi akan adanya bongkar pasang menteri terlihat dari pelaksanaan retret di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).

Pelaksanaan retret itu, diakui Prabowo sendiri, salah satunya untuk mengevaluasi kinerja kabinet selama satu tahun ke belakang.

Pengamat politik Yusak Farchan menilai penyelenggaraan retret bukan sekadar formalitas, melainkan upaya Prabowo untuk membaca dinamika internal di Kabinet Merah Putih.

Menurutnya, retret merupakan cara Prabowo menguji loyalitas sekaligus memetakan kekompakan para pembantunya di kabinet.

"Jadi retret itu seperti cek ombak sebelum reshuffle. Pasca-retret, tidak menutup kemungkinan Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle atau kocok ulang kabinet," kata Yusak kepada Suara.com, Kamis (15/1/2026).

Yusak mengatakan kemungkinan akan ada pergantian menteri atau wakil menteri yang berkinerja buruk. Selain itu, Prabowo juga berpotensi menambah pos baru pada jabatan wakil menteri.

Baca Juga: Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Load More