Suara.com - Usulan Badan Anggaran DPR agar jumlah dana aspirasi daerah pemilihan dinaikkan menjadi Rp20 miliar per anggota dewan setiap tahun hingga kini masih pro kontra.
Ditanya soal kelanjutan keinginan dewan tersebut, Ketua DPR dari Fraksi Golkar Setya Novanto enggan menerangkan lebih jauh.
"Bagaimana kalau itu, entar lagi ya. Ya, (tertawa)," ujar Setya di DPR, Senin (15/6/2015).
Sementara itu, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Demokrat Agus Hermanto mengakui anggota DPR dan pemerintah masih belum kompak.
"Kita ketahui pemerintah juga belum seragam suaranya. DPR juga. Biarlah berlangsung dulu. Setelah itu baru akan ada namanya rancangan UU. RKAKL (Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga)," ujar Agus.
Dana aspirasi masih dalam pembahasan di Badan Anggaran DPR sebelum disetujui masuk ke dalam RAPBN tahun 2016. Proses pembahasan di Badan Anggaran melibatkan dewan dan pemerintah.
"Pembahasan rancangan APBN sedang berlangsung, juga sedang membahas dengan Komisi-Komisi maupun Banggar dengan pemerintah," katanya.
Agus tidak mau mereka-reka kapan pembahasan anggaran selesai.
"Saya bukan ahli nujum yang tahu kapan selesainya. Sistematisnya sudah tertera. Yang mengajukan pemerintah. Mekanisme tersendiri. UU ini dibahas Pemerintah dengan DPR. Proses ini masih lama. Masih ada waktu. Setiap ada keputusan pasti disampaikan," ujarnya.
Apabila dana aspirasi dinaikkan Rp20 miliar dan dikalikan 560 anggota DPR, estimasi total dana aspirasi akan mencapai sekitar Rp11,2 triliun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus