Suara.com - Pengacara mantan Direktur Utama PT. PLN Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan setelah Dahlan tak lagi di PLN banyak hal yang terjadi di perusahaan setrum.
"Jadi ya, banyak yang terjadi sebenarnya di luar periode Pak Dahlan menjadi Dirut PLN," kata Yusril di gedung Kejati DKI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).
Yusril juga mengatakan kliennya sudah tidak lagi menjabat sebagai Direktur PLN ketika proyek multiyears gardu induk disetujui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Saat itu, kata Yusril, Dahlan sudah diangkat menjadi Menteri BUMN.
Yusril menambahkan setelah sejumlah proyek tidak selesai, anggaran dari APBN pun distop.
"Yang selesai itu kan, kalau nggak salah ada lima, jadi sebagian memang tidak selesai dan kemudian anggarannya distop dari APBN, jadi nggak ada anggaran lagi. Lalu belakangan baru itu diambil alih oleh PLN, jadi anggarannya bukan anggaran mengenai lahan itu, tetapi mengenai pengembangan pengadaan barang-barang itu," katanya.
Yusril menegaskan kliennya dalam proyek tersebut hanya sebagai pihak yang diminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menyediakan tanah. Karena pada dasarnya ide untuk membangun sejumlah gardu induk tersebut berasal dari Kementerian ESDM.
"Kalau ide itu sih sebenarnya dari ESDM. Jadi PLN diminta hanya menyiapkan gardu-gardu itu untuk mengadakan tanahnya. Pengadaan tanah itu nggak mudah karena tiap daerah itu beda.Jadi dari 21,cuma 18 yang jadi, yang tiga di NTB itu tidak ada kontraktor yang mengadakan proyek itu," katanya.
Dahlan sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penetapan dan pembangunan Gardu Induk PLN Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada tahun 2011-2013. Saat itu dia sebagai Kuasa Pengguna Anggaran.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan