Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Deding Ishak menegaskan pentingnya sanksi sosial untuk supir tembak pemerkosa penumpang berinisial NA (35) dan perusahaan angkot D01 jurusan Ciputat-Kebayoran Lama. Kasus pemerkosaan terjadi pada Sabtu (20/5/2015) dini hari di dekat taman, Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Perlu sanksi sosial dan sanksi hukum. Sanksi sosialnya angkot itu jangan dinaiki. Masyarakat jangan naik. Masyarakat harus aware. Memang itu kesalahan pribadi supir tembak, tapi ini kan akibat supir aslinya, dan lainnya. (sanksi sosial) Ini supaya masyarakat tidak gunakan angkot itu, jadi angkot seperti ini tinggalkan," kata Deding kepada Suara.com, Senin (22/6/2015).
Deding mengatakan Indonesia tak hanya darurat kekerasan terhadap anak, dengan adanya kasus pemerkosaan terhadap perempuan berjilbab yang bekerja di mal Gandaria City itu, Indonesia juga darurat kekerasan pada perempuan yang luar biasa.
Deding mengatakan kalau kasus ini dibiarkan akan berbahaya lantaran dalam jangka panjang akan membuat negara berjalan tanpa keteraturan, ketertiban, dan kepatuhan.
"Kita mendesak Pemerintah khususnya kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta kepolisian usut tuntas, dan hakim-jaksa tuntut pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya," kata dia.
Deding mengatakan kasus pemerkosaan supir angkot terhadap penumpang tak hanya sekali ini terjadi. Beberapa tahun lalu, katanya, kasus serupa juga terjadi di dekat tempat kejadian pada Sabtu dini hari lalu.
Deding mengatkan sistem penegakan hukum tidak berjalan baik sehingga kejadian itu terjadi. Kejadian itu terulang, meski pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperketat kebijakan untuk angkot.
"Jadi begini, aturan yang baik itu kan harus ditaati, dan untuk aturan dipatuhi itu harus ada law enforcement atau penegakan hukum. Kalau penegakan hukum lemah, sebaik apapun aturan tapi kalau tidak dipatuhi ya tidak ada artinya. Tapi kita juga apresiasi kalau ada aturan dan kebijakan teknis seperti itu," ujar Deding.
Berita Terkait
-
NA Tak Diperkosa Supir Angkot Andai Kantor Sediakan Bus Karyawan
-
Suami Korban Perkosaan Supir Angkot: Pelaku Harus Dihukum Berat
-
Suami Korban Perkosaan Supir Angkot: Istri Saya Menangis Terus
-
Usai Diperkosa Supir Angkot, NA Sempat Datangi Tiga Kantor Polsek
-
Supir Angkot Bejat: Saya Tak Butuh Hartamu, Tapi Badanmu
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan