Suara.com - Setidaknya 37 orang tewas, termasuk sejumlah wisatawan asing, ketika seorang lelaki bersenjata melepaskan tembakan di sebuah hotel tepi pantai di resor populer Sousse, Tunisia Jumat (26/6/2015). Sedangkan enam orang lainnya luka-luka.
Juru bicara kementerian dalam negeri Tunisia mengatakan, ini merupakan serangan besar kedua di negara Afrika Utara tahun ini. Polisi masih membersihkan daerah sekitar Imperial Marhaba Hotel dan tubuh satu laki-laki bersenjata berbaring di tempat dengan senapan serbu Kalashnikov. Ia tewas tertembak dalam tembak-menembak dengan aparat.
"Salah satu penyerang melepaskan tembakan dengan Kalashnikov pada wisatawan dan Tunisia di hotel pantai," kata seorang pekerja hotel setempat.
Pelaku adalah seorang laki-laki muda yang mengenakan celana pendek.
Tunisia, selama ini dipuji sebagai model transisi demokrasi sejak 2011 'Musim Semi Arab', adalah salah satu negara yang paling sekuler di dunia Arab. Tunisia memiliki banyak resor pantai dan klub malam di Mediterania yang populer di kalangan wisatawan dari Eropa.
Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Tapi sebelumnya, jihadis Islam telah menyerang tempat wisata Afrika Utara. Mereka menjadikan gaya hidup Barat yang terbuka dan toleransi terhadap alkohol sebagai target serangan. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial