Suara.com - Ketua Umum Ikatan Istri Karyawan/Karyawati (Ikawati) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Hanifah Ferry Mursyidan Baldan mengharapkan agar masyarakat di sekitar Gunung Sinabung mau direlokasi ke tempat yang lebih aman mengingat statusnya awas.
"Bapak dan ibu harus sudah siap pindah karena tidak bisa dihitung sampai kapan erupsi Gunung Sinabung akan berhenti. Ini sudah terjadi hampir lima tahun. Pesan Pak Menteri ATR, bahwa kita gak mungkin terus berada di sini," kata Hanifah saat meninjau dan memberikan bantuan kepada pengungsi Erupsi Gunung Sinabung di posko pengungsian di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (27/6/2015).
Saat ini, kata Hanifah dihadapan para pengungsi, Pemerintah Daerah, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang tengah mencari lahan yang memadai untuk para pengungsi Erupsi Gunung Sinabung.
"Pindah ke lokasi yang baru, buat peradaban baru. Saya yakin di tempat yang baru, warga akan hidup normal dan tenang dalam melakukan aktivitasnya," ujarnya.
Ia mengakui tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang enggan untuk direlokasi, namun perlu ada upaya persuasif dari Pemda setempat untuk meyakinkan kembali kepada masyarakat bahwa relokasi merupakan keputusan lebih ketimbang tetap bertahan di sekitar wilayah Gunung Sinabung.
Dalam kesempatan itu, Hanifah memberikan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi di lima titik posko pengungsian di sekitar Gunung Sinabung, antara lain, posko pengungsi Paroki Kabanjahe (pengungsi tiga Desa Pancur), Posko pengungsian KNPI (Gedung Serbaguna) Kabupaten Karo, pengungsian GPDI Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat dan posko pengungsi Jambur Tongkoh Berastagi.
Bantuan yang diberikan meliputi kasur atau matras sebanyak 600 unit, kopiah, mukenah dan sarung masing masing 400 buah, ratusan set pakaian sekolah SD, SMP, SMA, berikut buku sekolah dan juga bantuan logistik seperti biskuit, sarden dan mie instan.
"Dua minggu yang lalu saya kesini (pengungsian) dan selalu berpikir apa yang bisa kami berikan. Hari ini kami bersama-sama dengan teman-teman yang ikut membantu," kata Hanifah.
Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Gereja Katolik (Paroki) setempat yang sudah turut membantu para pengungsi.
"Saya juga sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan tempat. Saya salut karena sudah membantu selama beberapa tahun ini," ucap Hanifah.
Salah seorang warga yang berada di posko pengungsian GPDI Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat, Agusina Boru Sitepu mengaku tidak mau direlokasi di tempat yang baru lantaran akan kehilangan mata pencaharian sebagai petani.
"Saya tidak mau direlokasi. Saya mau bertahan dulu disini. Bila kondisi Gunung Sinabung kembali normal, saya akan kembali ke rumah untuk bercocok tanah," katanya.
Dirinya tidak mau begitu saja meninggalkan lahannya dengan luas sekitar 1,5 hektare. Terlebih, belum ada kepastian dari pemerintah apakah tempat yang akan ditempatinya itu nantinya memiliki tempat tinggal dan lahan yang memadai.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Saberina Mars, menjelaskan, pascaerupsi pihaknya terus mencari tempat lokasi pengungsian tambahan mengingat jumlah pengungsi terus bertambah.
Saat ini, lanjut dia, jumlah pengungsi erupsi Gunung Sinabung mencapai 3.127 Kepala Keluarga (KK) dengan pengungsi mencapai total 10.505 jiwa. Seluruh pengungsi juga sudah tersebar di beberapa titik.
"Jumlah pengungsi sudah lebih dari 10ribu jiwa. Tersebar di beberapa titik dan terus bertambah setelah Sinabung kembali erupsi," kata Saberina.
Menurut dia, pengungsi Gunung Sinabung masih membutuhkan bantuan logistik dan bahan makanan ringan, terutama logistik untuk menu berbuka puasa bagi pengungsi yang sedang menjalankan ibadah puasa.
"Kalau bantuan berupa obat-obatan, sejauh ini sudah cukup. Saat ini, mereka (pengungsi) masih membutuhkan bantuan logistik," kata Sabrina.
Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, saat ini masih terus terlihat beterbangan dengan kencang dan menutupi sebagian wilayah Kabupaten Karo. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
Terkini
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Di Balik Rimbun Hutan Cawang: Jerat Asusila, Tembok Beton, dan Ruang Publik yang Sekarat
-
Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek
-
Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran