Suara.com - Pemerintah Tunisia terus menyelidiki kasus penembakan di Hotel Riu Imperial Marhaba, di Port El Kantaoui, yang mengakibatkan 38 turis tewas. Fakta terbaru terungkap bahwa pelaku yakni Seifeddine Yacoub masih berstatus mahasiswa, yang telah bergabung dengan kelompok ISIS. Demikian dikatakan Sekretaris Negara untuk Keamanan Tunisia, Rafik Chelly, Sabtu (27/6/2015).
Chelly menuturkan bahwa pelaku menyamar sebagai turis. "Dia masuk lewat pantai, berpakaian seperti orang yang akan berenang. Dia juga membawa payung pantai tapi di dalamnya terdapat senjata," kata Chelly.
"Ketika tiba di pantai, dia langsung mengeluarkan senjata dan memberondong turis yang tengah berlibur," menggunakan senjatanya," lanjutnya.
Sementara itu, pascapenembakan, ribuan turis asing langsung bergegas 'lari' dari Tunisa, lantaran ketakutan.
"Ini pukulan berat bagi Tunisia. Ini serangan yang paling mematikan dalam sejarah Tunisia," kata Perdana Menteri Tunisia Habib Essid.
Seperti diketahui, aksi teror yang belakangan diklaim oleh ISIS terjadi di tiga negara, yaitu Kuwait, Tunisia, Prancis. Di Kuwait, serangan teroris berupa bom bunuh diri menewaskan 13 orang. Serangan berlangsung saat digelarnya Salat Jumat.
Sedangkan di Tunisia, serangan terjadi di Hotel Riu Imperial Marhaba, di Port El Kantaoui, yang dilaporkan menewaskan 38 turis dan melukai puluhan lainnya.
Sementara di Prancis, serangan terjadi di pabrik kimia "Air Product", berlokasi di Isere, sekitar 25 kilometer selatan Lyon, yang menewaskan satu orang dan menyebabkan dua lainnya luka-luka.
Ketiga serangan teror tersebut telah mengakibatkan 51 korban jiwa dan banyak warga luka-luka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan