Suara.com - Presiden Joko Widodo memimpin langsung upacara penerimaan 16 jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (1/7/2015) petang.
"Telah gugur dan meninggalkan kita putra terbaik bangsa kita, mereka gugur dan meninggalkan kita bersama para penumpang lain. Saya bersama rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-sedalamnya, semoga keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan," kata Jokowi.
Jokowi juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan para korban agar segala amal dan perbuatannya di sisi-Nya.
"Di bulan Ramadan yang suci ini, saya mengajak rakyat Indonesia untuk berdoa, semoga diampuni segala dosanya oleh Allah, dan kita semua diberi kekuatan menghadapi musibah ini," kata Jokowi.
Enambelas jenazah diterbangkan dari Lapangan Udara Soewondo, Medan, dengan menggunakan dua pesawat Boieng 737 A-7304 dan CN 295 A-2905.
Pesawat CN 295 yang dipiloti Letnan Kolonel Penerbang Lili membawa sembilan peti jenazah. Pesawat ini tiba di Base Ops Lapangan Udara Halim Perdanakusumah sekitar pukul 17.30 WIB.
Sembilan jenazah yang dibawa CN 295 yaitu Letda Agus Priyadi, Wiliam Habijary, Kapten Penerbang Sandy Permana, Peltu Ngateman, Peltu Yahya Komari, Pelda Agus Purwanto, Pelda Parijo, Sertu Aang Subarya, dan Serka Kaliman.
Selang beberapa menit kemudian, pesawat Boeing 737 A-3704 mendarat. Pesawat yang diterbangkan Mayor Penerbang Erwin ini membawa tujuh jenazah, di antaranya Serka Lutfi, Serka Nofik, Serka Joko, Serka Febdri, Serma Bambang H, Pelda Andik S, dan Peltu Ibnu Kohar.
Setelah upacara penghormatan, peti jenazah akan diterbangkan ke daerah asal mereka.
Hercules C-130 tipe Alfa nomor registrasi 1310 jatuh di dekat pemukiman penduduk Jalan Jamin Ginting, Simpang Kuala, Medan, jam 11.48 WIB kemarin. Sebanyak 113 orang meninggal seketika, mereka terdiri dari 12 prajurit dan 101 penumpang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT