Munculnya spanduk-spanduk yang menolak keberadaan Go-jek di beberapa tempat di ibukota membuat para pengemudi ojek online harus waspada saat menjemput atau menurunkan penumpang. Kawasan yang paling mereka waspadai adalah kampus Universitas Indonesia (UI), Kalibata dan Senayan City.
"Mereka itu gak mau tahu mas, pokoknya kita gak boleh ambil penumpang dari situ, kayak di kawasan Kalibata, UI, masuk kawasan UI aja gak boleh kecuali naganter kalau jemput gak boleh, di Senayan City juga gak boleh," ucap seorang tukang ojek yang mengaku bernama bang Kumis ketika ditemui suara.com di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).
Untuk mengurangi tindakan yang tidak diinginkan, para pengemudi Go-jek pun menghindari kawasan tersebut yang sudah 'dikuasai' para tukang ojek lokal.
"Kita khawatir mas, namanya manusia, kita waspada aja. Kalau mau jemput, penumpangnya jangan dekat sama ojek reguler, maju dikit apa gimana gitu. Terus kalau kita diancam atau kena apa-apa gak usah dilawan dibiarin aja," jelas dia.
Lelaki yang sudah delapan bulan gabung dengan Go-jek itu menceritakan pengalaman yang pernah dialami rekannya setelah menurunkan penumpang di kawasan Kalibata dipukul pakai kayu dari belakang.
"Jadi ada teman saya ditegur, abis ngedrop ada orang dari belakang mukul pakai kayu, tapi dia menghindar kena motornya, terus diusir, akhirnya penumpangnya suruh keluar, kalau gak mau dicancel aja," terang dia.
Berita Terkait
-
Perempuan yang Selalu Meminta Diantarkan Pulang
-
Mulai Juni 2026, Potongan Aplikasi Ojol Tak Boleh Lebih dari 8 Persen
-
Viral Siswi SD di Palembang Jadi Korban Rudapaksa, Alami Kondisi Serius hingga Jalani Operasi
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam
-
Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!