News / Metropolitan
Selasa, 07 Juli 2015 | 10:21 WIB
Ilustrasi armada Go-jek. [Go-jek.com]

Munculnya spanduk-spanduk yang menolak keberadaan Go-jek di beberapa tempat di ibukota membuat para pengemudi ojek online harus waspada saat  menjemput atau menurunkan penumpang. Kawasan yang paling mereka waspadai adalah kampus  Universitas Indonesia (UI), Kalibata dan Senayan City.

"Mereka itu gak mau tahu mas, pokoknya kita gak boleh ambil penumpang dari situ, kayak di kawasan Kalibata, UI, masuk kawasan UI aja gak boleh kecuali naganter kalau jemput gak boleh, di Senayan City juga gak boleh," ucap seorang tukang ojek yang mengaku bernama bang Kumis ketika ditemui suara.com di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Untuk mengurangi tindakan yang tidak diinginkan, para pengemudi Go-jek pun menghindari kawasan tersebut yang sudah 'dikuasai' para tukang ojek lokal.

"Kita khawatir mas, namanya manusia, kita waspada aja. Kalau mau jemput, penumpangnya jangan dekat sama ojek reguler, maju dikit apa gimana gitu. Terus kalau kita diancam atau kena apa-apa gak usah dilawan dibiarin aja," jelas dia.

Lelaki yang sudah delapan bulan gabung dengan Go-jek itu menceritakan pengalaman yang pernah dialami rekannya setelah menurunkan penumpang di kawasan Kalibata dipukul pakai kayu dari belakang.

"Jadi ada teman saya ditegur, abis ngedrop ada orang dari belakang mukul pakai kayu, tapi dia menghindar kena motornya, terus diusir, akhirnya penumpangnya suruh keluar, kalau gak mau dicancel aja," terang dia.

Load More