Suara.com - Dua pilot asal Indonesia diyakini sudah bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), demikian isi sebuah laporan intelijen dari kepolisian federal Australia (AFP) yang diterbitkan oleh majalah online The Intercept.
Laporan yang diterbitkan di internet pada Maret 2015 menunjukkan bahwa Ridwan Ahmad Al Indonesiy alias Ridwan Agustin dan Tommy Abu Alfatih alias Tomi Hendratno, sudah "dicuci otaknya" oleh ISIS. Keduanya diyakini punya potensi ancaman terhadap dunia internasional.
AFP melacak dua pilot itu dan dugaan keterlibatan mereka dengan ISIS melalui akun media sosial. Dari akun Facebook Ridwan, AFP mengetahui bahwa lelaki itu kini bekerja sebagai pilot pesawat AirAsia sejak 2010 lalu.
Ridwan diketahui pernah terbang ke sejumlah kota di Indonesia. Dia juga pernah menerbangkan pesawat AirAsia ke beberapa kota di luar negeri seperti Hongkong dan Singapura. Sebelum akun Facebook-nya ditutup, Ridwan sempat memasang sejumlah foto dirinya, mengenakan seragam AirAsia, berdiri di depan pesawat milik maskapai tersebut.
Kini akun tersebut sudah ditutup dan Ridwan diyakini sudah memiliki akun baru, yang menggunakan nama baru, dan di dalamnya menerangkan bahwa ia kini sudah berada di Raqqa, kota pusat komando ISIS di Suriah. Ia diketahui menikahi Diah Suci Wulandari, seorang mantan pramugari AirAsia.
Adapun AirAsia menjelaskan bahwa keduanya sudah tak lagi bekerja untuk maskapai penerbangan asal Malaysia itu.
Menurut laporan 10 halaman yang bertajuk Operational Intelligence Report, Identification of Indonesian pilots with possible extremist persuasions, diketahui bahwa aktivitas Ridwan di Facebook mulai berubah sejak September 2014.
Ia mulai menggunggah material yang mendukung ISIS, berteman dan berinteraksi dengan pendukung ISIS lainnya, termasuk mereka yang sudah bergabung dengan ISIS di Suriah. Ia juga mulai mengomentari unggahan Heri Kustyanto, anggota Jamaah Islamiyah yang sudah bertempur untuk ISIS di Suriah dan Irak.
Sementara tentang hubungan Hendratno dengan ISIS, diketahui setelah ia mulai mendukung unggahan-unggahan Ridwan di Facebook.
Hendratno diketahui lulus dari sekolah penerbangan pada 1999 dan sempat bekerja sebagai pilot TNI Angkatan Laut. Ia lalu bekerja untuk maskapai Premiair. Ia, dalam akun Facebook-nya, menjelaskan bahwa dirinya menetap di Indonesia.
Adapun Premiair, kepada The Intercept, mengatakan bahwa Hendratno sudah dipecat sejak 1 Juni kemarin.
"Kami dengar dia adalah pendukung ISIS," kata juru bicara perusahaan tersebut. (Sydney Morning Herald/The Australian/abc.net.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Bukan Sekadar Angka, Ini Arti Penting Masuknya BRI di Jajaran Elite Perbankan Dunia
-
Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Keluarga Terdakwa Korupsi Tuntut Kesetaraan di Depan Hukum
-
5 Sepatu Running Pria di Bawah Rp500 Ribu, Ada yang Cuma Rp100 Ribuan!
-
Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak Bisa Berujung Resistensi Publik
-
Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi
-
Review Ghost Buzzer: Horor Keluarga yang Nyaris Punah di Indonesia
-
5 Tips Menata Pintu Utama Rumah Sesuai Feng Shui dan Meningkatkan Energi Positif
-
Peran Guru Tak Lagi Sekadar Mengajar, Kini Ikut Bentuk Kebiasaan Finansial Siswa
-
5 Langkah Mudah Merawat Jam Tangan Stainless Steel, Biar Tetap Kinclong
-
Cushion OMG untuk Kulit Sawo Matang Shade Berapa? Ini Rekomendasinya Menurut Review