Suara.com - Keluarga terduga anggota jaringan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS di Kota Pekanbaru, Riau, diketahui berasal dari keluarga yang cukup kaya dan memiliki usaha ekspedisi.
"Istri TB yang berinisial YB setahu saya mempunyai usaha ekspedisi karena saya sering diminta untuk mengantarkan barang-barang ekspedisi miliknya," kata tetangga terduga di RT 02 RW 10 Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Mustofa Lubis kepada Antara di Pekanbaru, Senin (6/7/2015).
Ia menjelaskan bahwa keluarga yang bersangkutan bisa disebut sebagai keluarga yang mempunyai tingkat ekonomi berkecukupan.
Sementara itu, dalam menjalankan usaha tersebut, keluarganya memperkerjakan beberapa karyawan. Namun, sejak keluarga tersebut pergi ke Suriah untuk kemudian diduga bergabung dengan ISIS pada 2013 lalu, usaha tersebut diteruskan oleh seorang karyawannya bernama Didik.
Mustofa mengatakan bahwa usaha yang dijalankan oleh terduga berada di Kota Pekanbaru, namun ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alamat usaha yang bersangkutan.
Rumah terduga ISIS yang berada di Jalan Srikandi RT 04 RW 10 tampak sederhana. Rumah tersebut tepat berada di belakang SPBU Jalan Delima. Tampak sebuah pendingin udara terpasang di rumah berpagar tersebut.
Menurut Mustofa rumah tersebut saat in ditinggali oleh adik ipar terduga ISIS berinisial Fa. Ia menjelaskan bahwa Fa merupakan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru yang dikenal baik dan cukup aktif dalam kegiatan bermasyarakat.
Sebelumnya Direktorat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Daerah Riau mendeteksi keberadaan sebuah keluarga yang terkait dengan jaringan (ISIS).
"Keluarga tersebut terdiri dari suami yang bernisial TB, istrinya YB dan anaknya MJ," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.
Ia menjelaskan kepastian bahwa mereka merupakan bagian dari jariangan ISIS bersumber dari beragam informasi yang berhasil dikumpulkan oleh intelijen Polda Riau beberapa waktu lalu.
"Kita memiliki rekaman komunikasi mereka, dokumentasi foto-foto mereka dan bukti lainnya," jelasnya.
Menurutnya, dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa TB sudah terlebih dahulu berada di Syria sejak tahun 2013. Selanjutnya, beberapa bulan lalu ia meminta kepada istri dan anaknya untuk turut serta mengikuti jejaknya ke Suriah melalui jalur penerbangan Jakarta ke Turki untuk kemudian menuju ke wilayah Hatai.
"Dari Hatai, ada relawan ISIS yang menjemput keluarga tersebut untuk dibawa ke Suriah," ujarnya.
Guntur menuturkan bahwa saat ini seluruh keluarga tersebut sudah tidak lagi berada di Pekanbaru dan telah berada di Suriah, akan tetapi dari bukti transkrip komunikasi yang Polda Riau miliki, keluarga tersebut masih tetap berkomunikasi dengan anggota keluarganya yakni adik iparnya di Pekanbaru.
Untuk saat ini ia menjelaskan pihaknya masih berusaha menelusuri penyebaran ISIS yang dilakukan oleh keluarga tersebut di Pekanbaru, tepatnya di sekitar tempat tinggal mereka yakni di Kecamatan Tampan.
Sementara itu, guna memutus mata rantai penyebaran tersebut, ia menegaskan pihaknya telah melakukan beragam upaya preventif yakni dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuka agama dengan menekankan bahwa jaringan tersebut berbahaya dan tidak sesuai dengan norma Pancasila.
Tag
Berita Terkait
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Bukan Hantu atau Begal! Pocong Bikin Resah Warga Ciputat Tiap Malam Ternyata Pengamen
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak Begal di Tempat Berpotensi Jadi Pembunuhan di Luar Hukum
-
Prabowo Target 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun: Seberapa Siap Indonesia Mewujudkannya?
-
Ravio Patra Bongkar Temuan 34 CCTV di Sidang Praperadilan Andrie Yunus
-
Pemerintah Indonesia - Republik Korea Teken Kerja Sama Perkuat Pemerintah Digital
-
Kacau Balau di Jam Sibuk! Jalur Senen Tersumbat KA Anjlok, KRL Cikarang Kena Imbas
-
Bau Amis 'Lokalisir' Kasus Andrie Yunus, Kuasa Hukum Desak Polda Metro Jaya Ambil Alih
-
Setelah 28 Tahun Reformasi, Guru Besar UI Nilai Keadilan Masih Jauh dari Harapan
-
7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban
-
Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu