Suara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan evaluasi terhadap lembaga-lembaga negara yang akan dirampingkan harus selesai maksimal akhir tahun 2015, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.
"Presiden memberikan batas waktu sampai akhir tahun 2015. Namun 'Insya Allah' bisa lebih cepat karena sebenarnya kami sudah melaksanakan proses ini sejak tiga bulan lalu," ujar Yuddy kepada Antara setelah acara buka bersama di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Kamis.
Yuddy melanjutkan, dalam rapat dengan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Kamis (9/7/2015) bersama beberapa menteri seperti Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, dirinya diminta untuk segera memberikan rekomendasi lembaga-lembaga mana yang akan dirampingkan oleh pemerintah.
Namun, Guru Besar dari Universitas Nasional Jakarta ini melanjutkan, pihaknya meminta kesempatan untuk melakukan observasi dan berdialogs secara langsung dengan lembaga yang dituju.
"Sebenarnya langkah-langkah itu yang membuat proses ini menjadi sedikit lebih lama," kata Yuddy.
Menurutnya, tidak mudah untuk menghapus sebuah lembaga, karena perlu pengkajian yang memadai secara akademis dan harus ada alasan rasional yang disertai dengan bukti.
"Wapres berpesan jika ada lembaga yang tidak jelas fungsi, peran dan kontribusinya dalam pembangunan lebih baik dihapus saja. Namun ini tidak mudah karena harus ada pengkajian dan alasan yang objektif," tuturnya.
Sebelumnya, pada Kamis (9/7/2015) pagi, Komite Pengarahan Reformasi Birokrasi Nasional pimpinan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan rapat dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di Kantor Wapres, Jakarta.
Hasil dari pertemuan itu, Pemerintah RI melalui Komite Pengarahan Reformasi Birokrasi Nasional berencana merampingkan jumlah institusi negara, guna efisiensi anggaran dan keefektifan kinerja.
"Oleh Menseskab juga disebutkan ada sekitar 144 lembaga negara yang semua bermuara kepada Presiden, sehingga itu sangat merepotkan," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi setelah rapat tersebut.
Yuddy juga sempat mengatakan bahwa para pegawai negeri sipil dalam lembaga yang tercatat akan tetap memiliki hak-hak kepegawaiannya dan akan disalurkan ke lembaga yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi