Suara.com - Perang melawan kekejaman kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kian meluas. Lara Abdallat, 33 tahun, ratu kecantikan Jordania 2010 dan runner up Miss Word Arab 2011 bergabung dalam kelompok hacker Jordania yang khusus memerangi organisasi ISIS.
Lara yang juga berprofesi sebagai perancang busana, bergabung dengan tim intelijen hacker GhostSec, sebuah kelompok hacktivist yang mendedikasikan khusus untuk memerangi ekstrimis khususnya ISIS.
“Misi kelompok ini menghilangkan keberadaan secara online kelompok-kelompok ekstrimis seperti ISIS, Al Qaeda, Al Nusra, Boko Haram dan Al-Shabaab dalam menghalangi perekrutan kelompok-kelompok ekstrimis dan membatasi mereka untuk merancang tindakan teror internasional,” tulis Vocatif yang memantau laman kelompok hacktivist Jordania.
Lara Abdallat tidak sendirian dalam bertindak di tim intelijen GhostSec. Menurut laporan pemerintah Yordania, ada sekitar 70 persen dari kelompok perempuan telah bekerja untuk merusak aktivitas online besar-besaran dari kelompok ISIS.
“Ada beberapa aktivis cyber perempuan yang melawan ISIS, dan saya merasa terhormat untuk mewakili mereka. Ini adalah panggilan untuk bangkit dari kita dan panggilan untuk bertindak,” kata Lara kepada Vocativ, Selasa (14/7/2015).
Aksi kelompok ISIS dikenal sangat kejam. Mereka menyebarkan video eksekusi sadis secara online. Inilah salah satu alasan yang memaksa Lara Abdallat bergabung dengan hacktivist untuk melawan propaganda ISIS.
“Kami telah menutup lebih dari 100 situs milik ISIS dan memblokir 55.000 akun Twitter yang digunakan untuk propaganda, ancaman dan perekrutan,” kata Lara.
Cara yang dilakukan para aktivis cyber ini melaporkan konten-konten milik ISIS dan ekstrimis ke situs host dan meminta agar dilakukan penghapusan. Jika menggunakan saluran resmi ini gagal, mereka akan bekerja dengan senjata digital untuk memaksa penghapusan konten tersebut. (news.com.au)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek