Suara.com - Kepolisian Resort Tolikara sudah meminta keterangan dari 29 orang terkait kasus insiden yang terjadi di Karubaga, Jumat pekan lalu (17/7/2015).
Direskrim Umum Polda Papua Kombes Dwi Riyanto, Selasa (21/7/2015), mengatakan, ke-29 orang yang diperiksa itu baru sebatas saksi dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka
Para saksi yang dimintai keterangannya, sebagain adalah korban pelemparan saat sedang melaksanakan sholat Id di lapangan depan Koramil Karubaga.
Penyidik polisi masih terus menggumpulkan bukti serta keterangan dari para saksi baik yang menjadi korban maupun yang melihat terjadikan insiden tersebut, kata Kombes Dwi Riyanto.
Menurutnya, saat ini Direktorat Reskrim Umum Polda Papua menggerahkan 12 orang penyidiknya untuk membantu polres menggungkap kasus penyerangan terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan solat Idul Fitri dan pembakaran kios yang berujung terbakarnya mushola di sekitar kios.
Dwi Riyanto yang mengaku saat ini masih berada di Kaburaga, Tolikara, juga mengatakan kalau kasus penembakan yang terjadi sesaat penyerangan diselidiki oleh Propam Polda Papua.
Insiden di Karubaga yang diduga akibat surat yang dikeluarkan Badan Pekerja Gereja Injili di Indonesia (BP GIDI) Tolikara tertanggal 11 Juli.
BP GIDI Tolikara dalam surat edaran tertanggal 11 Juli, selain melarang umat Islam melaksanakan sholat Id juga melarang agama lain termasuk gereja Denominasi mendirikan tempat-tempat ibadah di Tolikara.
Kendari demikian hal ini sudah dibantah oleh Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang menyatakan tidak ada surat edaran mengenai larangan ibadah Shalat Id di Karubaga.
"Soal surat edaran itu, setelah kapolda dan Pangdam setempat turun ke daerah itu, mereka membantah bahwa tidak pernah ada seperti itu," kata Tedjo ditemui di kantornya, Senin (20/7/2015). (Antara)
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Zulhas Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027 Meski Ada Ancaman El Nino Godzilla
-
Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil
-
Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas
-
Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan
-
Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata
-
Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!
-
Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump
-
Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?