Suara.com - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali merilis video cara pembunuhan keji tehadap kelompok gay yang tertangkap di wilayah kekuasaannya.
Kali ini ISIS melemparkan dua orang yang dituduh gay dari sebuah atap gedung di kota Palmyra, Suriah.
Rupanya gaya membunuh dengan cara melemparkan orang dari gedung ini hanya untuk kelompok gay yang tertangkap oleh tentara ISIS. Pasalnya, ini adalah yang ketiga kalinya ISIS melakukan cara serupa khus untuk kelompok gay.
Dari video yang sengaja disebar ISIS, terlihat warga setempat, termasuk anak-anak melihat cara eksekusi tersebut.
IBT, lembaga pemantau yang bermarkas di Inggris melaporkan, kalau para tentar ISIS menyamar menjadi gay untuk memancing para gay menunjukkan diri dan berujung dengan eksekusi dilempar dari atap gedung.
IBT juga mengklaim berhasil mendata dan mendokumentasikan sekitar 3.027 warga sipil dan pemberontak yang melawan ISIS, termasuk milisi telah dieksekusi.
Para korban ISIS ini,diantaranya 74 anak-anak dan 86 perempuan dengan cara ditembak, dipenggal atau dilempar dari atas gedung.
Mereka juga membunuh 930 warga sipil Sunni dar suku Shaitat di sekitar Deir Ezzor, 223 warga Kurdi dan 46 warga sipi yang dipenggal di sebuah desa di al Mabojah. (Mirror)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
3 Cara AS Blokade Selat Hormuz, Nomor 2 Bisa Picu Rusia dan China Ikut Perang Terbuka
-
Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing
-
Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik
-
Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa
-
Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM