Suara.com - The Center for World University Rankings(CWUR), baru-baru ini merilis daftar 1000 perguruan tingi terbaik di dunia. Sayangnya tak ada satupun perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam daftar ini.
Dalam daftar itu, Universitas Harvard berada di peringkat pertama dengan skor 100.
Distribusi atas 1.000 PT terbaik itu adalah sebagai berikut AS (229), Cina (83), Jepang (74), Inggris (65), Jerman (55), Perancis (49), Italia (47), Spanyol (40), Korea Selatan (36), Kanada (33), Australia (27), Taiwan (21), Brasil (18), India (16), Belanda (13), Austria (12), Swedia (11), Belgia (10), Turki (10), Finlandia (9), Polandia (9), Swiss (9), Iran (8), Irlandia (8), Yunani (7), Israel (7), Portugal (7), Hong Kong (6), Hongaria (6), New Zeland (6), Republik Ceko (5), Denmark (5), Norwegia (5), Rusia (5), Afrika Selatan (5), Chili (4), Mesir (4), Saudi Arabia (4), Argentina (3), Malaysia (3), Thailand (3), Kolombia (2), Meksiko (2), Rumania (2), Singapura (2), Slovenia (2), Bulgaria (1), Kroasia (1), Siprus (1), Estonia (1), Islandia (1), Lebanon (1), Lithuania (1), Puerto Rico (1), Serbia (1), Republik Slowakia (1 ), Uganda (1), Uni Emirat Arab (1), dan Uruguay (1).
Untuk menyusun peringkat 1000 universitas top dunia yakni kualitas Pendidikan, diukur dari jumlah alumni yang telah memenangkan penghargaan, pekerjaan alumni, kualitas Fakultas, publikasi, pengaruh, kutipan, dampak yang ditimbulkan serta pengajuan paten internasional.
Berikut sepuluh perguruan tinggi terbaik dunia versi The Center for World University.
1. Harvard, total skor 100.
2. Stanford (98,66)
3. Massachusetts Institute of Technology (97.54).
4. Cambridge (96,81).
5. Oxford (96.46)
6. Columbia (96.14)
7. Berkeley (92.25)
8. Chicago (90.70)
9. Princeton (89.42)
10. Cornell (10, 86.79).
Sedangkan 5 perguruan tinggi terbaik di Asia adalah sebagai berikut:
1. Tokyo (berada di peringkat 13 dunia dengan skor 78.23).
2. Kyoto (17, 68.60).
3. Hebrew University of Jerusalem (23, 65.71).
4. Seoul National University (24, 64.82).
5. Keio University (34, 59.84).
Berita Terkait
-
ICW Ungkap 60 Kasus Korupsi di Perguruan Tinggi, Kerugian Negara Capai Rp 446,8 Miliar
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah
-
Standar Tinggi untuk Dosen: Sudah Siapkah Sistem Kita di Lapangan?
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Kevin Diks Cs Dipermalukan Tim Promosi, Eugen Polanski Terancam Dipecat
-
Detektif Jubun Bagikan Cara Berpikir Investigator di Hadapan Fans Detective Conan
-
Catatan Unik Nova Arianto: Tak Pernah Juara AFF Konsisten Antar Timnas ke Piala Asia dan Piala Dunia
-
Aksi Nyata Kelompok 04 IPB di Malaysia: Blusukan ke Chow Kit Demi Misi Kemanusiaan
-
Ketika Beauty Tools Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Warna Pink Kembali Jadi Favorit
-
Rumah hingga Mobil Wulan Guritno Dipenuhi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Lumayan Tebel
-
Belanja di RiaMiranda Bandung Dapat Hadiah Spesial dari BRI, Cek Caranya!
-
Anak Tak Bisa Bermain di Luar karena Kabut Asap? Coba 10 Aktivitas Seru Ini
-
Menilik Sejarah Gunung Anak Krakatau: Lahir dari Letusan Dahsyat 1883 hingga Tragedi Tsunami 2018
-
Prabowo "Kantongi" Nuklir Sepulang dari Rusia, Putin: Indonesia Partner Penting