- Presiden Prabowo naikkan anggaran riset 50 persen menjadi Rp12 triliun.
- Anggaran diprioritaskan untuk riset swasembada pangan, energi, dan program hilirisasi.
- Keputusan ini disambut baik BRIN untuk dukung target pertumbuhan ekonomi 8%.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk memperkuat riset di perguruan tinggi dengan menaikkan anggaran riset sebesar 50 persen. Keputusan ini diumumkan dalam sebuah diskusi bersama 1.200 akademisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa anggaran riset yang sebelumnya sebesar Rp8 triliun kini ditingkatkan menjadi Rp12 triliun.
"Dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset--riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN," kata Pras usai pertemuan.
Fokus pada Program Strategis Nasional
Presiden Prabowo menekankan agar tambahan anggaran ini diprioritaskan untuk mendukung tiga program strategis nasional, yaitu:
1. Swasembada pangan.
2. Swasembada energi.
3. Persiapan industrialisasi dan hilirisasi.
"Hilirisasi yang tahun ini akan mulai dilakukan groundbreaking besar-besaran tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi," tambah Pras.
Kabar Gembira bagi Para Periset
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyambut baik keputusan ini sebagai "kabar gembira" bagi para periset di Indonesia. Menurutnya, alokasi dana riset di Indonesia saat ini masih sangat rendah, hanya sekitar 0,3 persen dari PDB, jauh di bawah negara-negara lain.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Pemerintah Siapkan Dana 6 Miliar USD demi Bentuk BUMN Tekstil Baru
Arif berharap peningkatan anggaran ini dapat mendorong perguruan tinggi dan BRIN untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Program 18 proyek strategis hilirisasi ini juga perlu kekuatan riset. Jadi, BRIN saat ini sedang terus mendorong penguatan risetnya untuk bisa mendukung pertumbuhan 8 persen," kata Arif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara
-
Kapolres Sukabumi di DPR: Ibu Tiri Sempat Tak Mengaku Aniaya Nizam Syafei
-
Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dengan AS
-
Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya
-
Kesaksian Didik Suhardi: Dicopot Nadiem Makarim dari Sekjen Tanpa Catatan Kesalahan
-
Trump Targetkan Perang Iran Selesai dalam 4 Minggu, Gunakan Model Venezuela Gulingkan Rezim
-
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ahmad Muzani Bocorkan Sikap Prabowo
-
Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
-
Anthropic Tolak Proyek AI Militer AS hingga Bikin Trump Murka, OpenAI Langsung Ambil Alih
-
Fakta Janggal Kematian Nizam Syafei di Sukabumi, Ayah Bahas Pemakaman Saat Anak Masih Kritis