Suara.com - Komisi II DPR berharap peristiwa di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, tidak sampai mengganggu pelaksanaan pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember 2015 di daerah setempat.
"Komisi II DPR berharap pilkada serentak di Papua aman, lancar, persiapan matang, tidak terganggu dengan provokasi-provokasi dari berbagai pihak. Diharapkan juga Kasus Tolikara tidak mengganggu atau tidak memberikan efek terhadap pelaksanaan pilkada serentak di Papua," ujar Wakil Ketua Komisi II Lukman Edy, Senin (27/7/2015).
Dalam kaitan dengan persiapan pilkada, 15 anggota Komisi II DPR akan meninjau daerah Papua pada 4-8 Agustus 2015. Mereka akan bertemu pengurus KPU Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi Papua, Kapolda Papua, Pangdam Cenderawasih, dan Panitia Pengawas Pemilu.
"Kepada masing masing instansi akan ditanyakan soal persiapan pelaksanaan Pilkada. Kunjungan ini stressing-nya soal pengamanan pilkada," ujarnya.
Pilkada serentak di seluruh Indonesia akan diikuti sebanyak 269 daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim