Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaitkan antara tawuran remaja dan pemukiman kumuh.
"Itu tuh (tawuran warga di Johar Baru) terjadi di kawasan kumuh seringnya. Makanya kita ingin bangun rusun sederhana 18-20 meter persegi. Minimal 32-36. Soalnya itu kan mereka tinggalnya di RSSSSSS kan," ujar Ahok, Rabu (29/7/2015).
RSSSSSS yang dimaksud Ahok ialah Rumah Sangat Sangat Sederhana Sampai Susah Senggama.
Ahok menambahkan karena mereka tinggal di RSSSSSS, kata Ahok, sebagian ayah dan ibu membutuhkan privacy dan mereka pun meminta anak bermain di luar rumah.
"Rumah Sangat Sangat Sederhana Sampai Susah Senggama. Akibatnya emak bapaknya kalau mau senggama, nyuruh anaknya keluar jangan pulang dulu. Ya berantem di luar. Itu hasil kajian lho. Kalau ada dua kamar, kalau nggak ada kamar emak bapaknya bilang 'Kamu jangan pulang dulu'," ujar Ahok.
Itu sebabnya, kata Ahok, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggenjot pembangunan Rumah Susu Sederhana Sewa sebanyak mungkin di Ibu Kota untuk mencari solusi warga yang tinggal di RSSSSSS.
Daerah pemukiman padat penduduk yang rawan tawuran, antara lain di Pasar Rumput, Jalan Swadaya, Jalan Layang Antasari, Kebayoran Lama, dan Manggarai (Jakarta Selatan). Sedangkan di Jakarta Pusat, antara lain Johar Baru dan Menteng.
Pada Minggu (26/7/2015) malam lalu, tawuran kembali pecah Johar Baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hanura Incar Suara Gen Z, Janjikan Solusi Pendidikan yang Nyambung ke Dunia Kerja
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan
-
Modal Rp1 Miliar, Sindikat Upal di Serpong Cetak Uang Palsu Rp36 Miliar Buat Tipu Bank
-
5 Tips Memilih Kaus Kaki untuk Jalan Jauh agar Tidak Lecet dan Bau, Melangkah Makin Nyaman
-
Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan
-
Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung
-
Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas
-
Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh
-
Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur
-
355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan