Suara.com - Ren Minge tak mengharapkan Guo Enze lahir tak sempurna. Ibu muda itu shock begitu melihat putranya dilahirkan tidak seperti bayi-bayi pada umumnya.
Guo berkulit pucat, berperut buncit, dan seperti tak berdaging. Tubuhnya seperti 'tengkorak hidup'. Guo lahir 80 hari lalu dengan berat 2,5 kg. Kondisi Guo buruk, sementara orangtuanya miskin.
Kondisi Guo seperti itu langka di Cina. Dia dilahirkan di Desa Chuandi, Cina utara. Oleh tim medis, Guo disebut sebagai bayi alien. Karena kulit pucat dan perut yang terus membesar. Sebab usus Guo terjerat dan dia tidak mempunyai anus.
Guo buang air besar dan kecil melalui penisnya. Beratnya menyusut. Hampir 3 bulan, berat Guo berhenti di 2,4 kg. Padahal normalnya berat bayi di usia 80 hari, 6.4kg.
Ayah Guo, Zhang Hungqing melihat anaknya sebagai harapan baru bagi keluarga miskinnya. Namun begitu Guo lahir dan prematur, harapan itu hilang.
Seperti dilansir Daily Mail, Guo semula ditempatkan dalam inkubator, tetapi empat hari kemudian ia dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar karena sakit yang 'unik'.
Biaya medis Guo meroket menjadi sekitar 50.000 yuan. Sementara perbulan keluarga Zhang Hungqing hanya berpenghasilan 2.000 yuan. Sementara penyakit yang diderita Guo bukan satu. Ada tekanan darah tinggi, hemangioma dan infark yang diderita anak malang itu.
"Saya mohon Anda semua untuk membantu cucu saya. Dia baru berumur 80 hari dan bahkan tidak melihat matahari. Jika tidak ada yang membantu, saya tidak yakin berapa lama anak ini akan hidup," kata kakek Guo.
Keluarga kini berharap publik untuk membantu pembiayaan Guo. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK
-
MPR Pastikan Tak Lagi Libatkan Juri LCC Empat Pilar yang Bermasalah: Sanksi Sosial Sudah Berjalan
-
Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru
-
Jadi 'Sniper' Jaringan Kampung Narkoba Samarinda, Bripka Dedy Wiratama Terancam Pidana dan Dipecat!
-
Sempat Viral Karena Dicurangi Juri, Josepha SMAN 1 Pontianak Kini Dilirik MPR RI Jadi Duta LCC
-
Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!
-
Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme