Pembunuhan tiga orang anggota satu keluarga di Florida, AS yang terjadi beberapa waktu lalu diduga terkait dengan ritual blue moon.
Sheriff setempat, David Morgan mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi korban meninggal sebagai Voncile Smith (77), Richard Smith (49), dan John Smith (47). Ketiganya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa akibat luka pukulan palu dengan luka serius di tenggorokan akibat sayatan senjata tajam. Richard Smith juga ditembak di telinga kanannya.
Hasil penyelidikan ini sejalan dengan apa yang dikatakan Morgan sehari sebelumnya, yang menyebutkan penyelidikan awal mengungkap adanya semacam "pembunuhan ritual".
"Metode pembunuhan -trauma benda tumpul, posisi badan - dan orang kami yang menarik memiliki beberapa hubungan dengan kepercayaan tertentu," kata Morgan menjelaskan hasil penelidikan awal yang dilakukan.
Dia menambahkan bahwa saat kematian "bertepatan dengan fenomena blue moon, yang terjadi setiap tiga tahun".
Blue moon, bulan purnama kedua yang langka dalam satu bulan, terjadi pada Jumat (31/7/2015) lalu. Mayat-mayat itu ditemukan hari itu juga, tapi pihak berwenang menduga pembunuhan telah terjadi tiga hari sebelumnya. Dugaan ini didasarkan pada temuan pihak berwenang di lokasi. Tidak ada tanda-tanda masuk paksa ke rumah keluarga yang dibunuh dan tidak ada barang yang diambil dari rumah itu.
"Sejumlah besar uang tunai di brankas juga tidak tersentuh," kata polisi.
Menanggapi pernyataan ini, pemimpin kelompok Wiccan area Pensacola menegaskan pembunuhan ini tidak terkait dengan kepercayaan kelompoknya.
"Seluruh masyarakat pagan marah dengan apa dikatakan sheriff. Tak ada warga Pagan yang akan melakukan hal seperti ini," ujar Keith Vallas dari Three Moon Wiccan Grove. (The Guardian)
Tag
Berita Terkait
-
Ritual Bulan Merah di Bukit Wadasgeni
-
Ritual Belphegor di Depan Pohon Pisang: Rangkul Mitos Lokal Tanah Jawa
-
Bukan Cuma Kopi, Ini 5 Ritual Pagi yang Bisa Bikin Harimu Lebih Produktif
-
Ritual Persembahan Berujung Petaka, 9 Umat Tewas Terinjak-injak di Kuil India
-
Keluar dari Zona Nyaman! Rey Mbayang dan Dinda Hauw Perdana Main Film Horor
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri