Suara.com - Kementerian Luar (Kemlu) Negeri Indonesia langsung menghubungi pihak maskapai Malaysia Airlines (MAS) menyusul ditemukannya puing-puing pesawat MH370 oleh warga Pulau Reunion, Samudera Hindia.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, mengungkapkan koordinasi itu dilakukan oleh perwakilan MAS di Jakarta untuk memastikan data-data korban penumpang asal Indonesia berkautan dengan asuransi untuk korban.
“Kita sudah lakukan checklisting berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengklaim hal-hak mantinya Kita juga koordinasi dengan MAS Jakarta. Kemlu menyampaikan simpati kepada keluarga. Kami memahami bahwa situasi ini menciptakan mixed feeling buat keluarga,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Kamis (6/8/2015).
Menurut Iqbal, Kemlu juga akan berupaya penuh agar keluarga korban asal Indonesia mendapatkan semua haknya setelah ada kepastian lebih lanjut dari maskapai dan Pemerintah Malaysia.
“Artinya sekarang keluarga benar-benar dapat mulai mengurus apa-apa yang memang menjadi hak mereka. Meskipun kita tahu bahwa apapun kompensasi yang akan mereka dapat, tidak akan dapat menggantikan rasa kehilangan,” lanjut Iqbal lagi.
Dari 239 penumpang pesawat MH370 jenis Boeing 777 itu, tujuh diantaranya adalah warga Indonesia.
Adapun identitas korban, yakni Firman Siregar (25), Lo Sugianto (47), Indra Suria Tanurisam (57), Chynthya Tio Vinny (47), Willy Surijanto Wang (53) dan dua orang terdaftar dengan nama Ferry Indra Suadaya.
Seperti diberitakan, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memastikan puing-puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion milik Malaysia Airlines MH370 yang hilang setahun lebih lalu. Ini Sudah dipastikan dengan bukti.
Najib menjelaskan Ahli kecelakaan internasional telah meneliti bagian sayap yang terdampar di Pulau Reunion pekan lalu. Hasilnya itu milik MH370.
"Tim ahli internasional telah meyakinkan dan menegaskan bahwa puing-puing pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion memang dari MH370," kata Najib dalam pernyataannya yang disiarkan televisi Malaysia, Rabu (5/8/2015).
Berita Terkait
-
Satu Dekade Berlalu, Malaysia Kembali Cari Pesawat MH370 yang Hilang Misterius
-
Broken Ridge Dimana? Diduga Kuat Jadi Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370
-
Sinopsis MH370: The Plane That Disappeared, Tayang di Netflix
-
Netflix Ungkap Misteri Besar Hilangnya MH370 dalam Sebuah Dokumenter
-
Temuan Puing MH370 Kuatkan Indikasi Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan