Suara.com - Pegiat hak asasi manusia menyambut baik kabat Menteri Koordinantor Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdijatno akan dicopot dari Kabinet Kerja Joko Widodo. Tedjo dianggap tidak berpihak kepada penyelesaian HAM masa lalu.
Direktur LSM HAM Imparsial Poengki Indarti mengatakan Tedjo tidak mengerti dan memahami politik, hukum dan keamanan dengan baik. Dia juga kurang bisa berkoodinasi dengan menteri-menteri dalam jajarannya. Dia juga tidak berpikir terbuka dan tidak mampu berkomunikasi politik dengan baik.
"Oleh karena statement-statementnya dan kebijakannya justru sering membuat blunder dan menimbulkan masalah. Oleh karena itu saya setuju Pak Tedjo diganti," jelas Poengki saat dihubungi suara.com, Rabu (12/8/2015).
Sikap kontroversial Menteri Tedjo yang dimaksud Poengki di antaranya pernyataan tentang penyelesaian kasus HAM masa lalu. Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman dari keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu.
Pada 1 Desember 2014, Menteri Tedjo mengatakan untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu, pemerintah akan menjutkan rekonsiliasi. Sementara pegiat HAM ingin negara mendirikan pengadilan HAM untuk mengadili para pelanggaran HAM masa lalu.
"Yang lalu kan sudah, rekonsiliasi ini kita lanjutkan. Jangan mundur lagi ke belakang. Negara perlu makmur ke depan, bukan hanya mencari salah di sana-sini. Jadi ayo perbaiki bangsa ke depan," kata Tedjo saat itu.
Lainnya, Tedjo pernah mengatakan kelompok 'anti-kriminalisasi KPK' sebagai rakyat tidak jelas.
Menurut Poengki, pengganti Tedjo bersih dari pelanggaran HAM masa lalu dan bersih dari korupsi. "Misalnya menangani tugas terkait penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, pasti akan resisten jika yang bersangkutan punya beban masa lalu," jelas dia.
Ada 3 nama yang beredar saat ini untuk menggantikan posisi Tedjo. Yaitu mantan Panglima TNI Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan, dan TB Hasanudin.
Mana di antara mereka yang relatif bersih dari pelanggaran HAM masa lalu? "TB saya kira relatif lebih bersih," kata Poengki.
Sebelumnya, Tedjo sudah menyebar kata perpisahan lewat pesan berantai di kalangan politisi. Isinya dia meminta maaf jika ada salah selama menjadi menteri di kabinet Jokowi.
"Ass w.w. Kepada yth. Bapak/Ibu sekalian, sehubungan dengan berakhirnya jabatan saya selaku Menko Polhukam, saya mohon diri & mohon maaf atas segala khilaf & salah. Terima kasih atas segala dukungan & kerjasama selama saya menjabat Menkopolhukam.Semoga Allah SWT selalu melimpahkan hidayah-NYA kepada kita semua, amin. Wass w.w. Tedjo Edhi. P, Laksamana (Purn)," begitu isinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan
-
Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan
-
Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar
-
Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal
-
Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
-
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025
-
Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis
-
Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah
-
Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon
-
KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya