Suara.com - Sebanyak 54 jenazah atau semua korban Trigana Air yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua telah berhasil dievakuasi dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Pantauan lapangan, evakuasi pada Kamis (20/8/2015) evakuasi dilaksanakan dalam dua gelombang. Masing-masing penerbangan mengangkut 25 jenazah. Penerbangan pertama tiba di Bandara Sentani sekitar pukul 09.45 waktu Indoneis timur (WIT), dan penerbangan kedua sekitar pukul 10.54 WIT.
Sedangkan, sehari sebelumnya yakni pada Rabu (19/8/2015), telah dievakuasi empat jenazah dari Bandara Oksibil menuju Bandara Sentani, Jayapura.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Jayapura Mayor Sus Juni Kurniawati, mengatakan gelombang pertama menggunakan Twin Otter dan kedua menggunakan pesawat ATR milik Trigana Air Service.
"Pesawat ATR ini masing-masing membawa 25 jenazah sehingga sudah 50 jenazah diterbangkan dari Oksibil ke Base Ops Lanud Jayapura di Bandara Sentani, pada hari ini," katanya.
Mayor Sus Juni menjelaskan 50 jenazah ini ketika tiba di Base Ops Lanud Jayapura langsung dimasukan ke dalam peti dan dibawa ke mobil ambulans untuk selanjutnya diantar ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Sebanyak 25 jenazah lebih dulu tiba di Bandara Udara Sentani, yang diterbangkan secara terpisah dari Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang dengan menggunakan pesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan nomor lambung PK RYU dan helikopter MI 17 milik TNI AD.
Pesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan nomor lambung PK RYU pertama tiba di Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura dan langsung parkir di Base Ops Lanud Sentani dengan membawa 15 korban di dalam kantong jenazah.
Sekitar tiga menit kemudian, helikopter MI 17 milik TNI AD, mendarat dengan mengangkut 10 korban. Sekitar satu jam kemudian, Trigana Air mendarat yang mengangkut 25 jenazah.
Sebanyak 50 jenazah itu kemudian diangkut menggunakan ambulans menunju RD Bhayangkara untuk kepentingan identifikasi oleh Tim DVI.
Dengan demikian, seluruh awak dan penumpang Trigana Air IL 267 sebanyak 54 orang sudah dievakuasi dari lokasi kejadian, dan kini jenazahnya disemayamkan di RS Bhayangkara di Jayapura. (Antara)
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI