Ikut program akselerasi, bukan berarti hidupnya hanya untuk belajar, belajar dan belajar. Bagi Aldo, belajar tak perlu dipaksakan. Saat merasa jenuh, Aldo akan menghentikan aktifitas belajarnya sementara waktu dan beralih pada kegiatan yang lain.
"Ya menikmati, masih bisa main juga sama temen - temen, saya juga punya banyak teman, ikut program akselerasi ya belajarnya juga biasa aja, tiap malam memang belajar tapi ya biasa, kalau lagi males belajar ya main game atau dengerin musik," kata Aldo.
Aldo tak pernah merasa canggung untuk berteman dengan orang-orang yang usianya lebih tua saat mengikuti kegiatan belajar. Aldo beranggapan itu hal biasa saja.
"Ya biasa aja, enggak canggung, mereka juga baik - baik semua sama saya jadi ya temenan biasa aja," kata Aldo.
Menurut Aldo, kesuksesannya saat ini tak lepas dari peran serta orangtua dalam mendampinginya.
"Mereka gak pernah marahin saya, gak pernah maksa saya untuk belajar juga, cuman memang menyarankan agar setiap hari belajar, tapi ya gak dipaksa, mereka juga membebaskan saya, cuman paling kalau sudah menuju agak bebas atau melenceng baru saya ditarik lagi," ujar Aldo.
Selanjutnya: Perjuangan Aldo masuk Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada
Aldo mengaku, pilihannya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada juga karena inisiatifnya sendiri, bukan karena paksaan dari orang tuanya.
"Ya pilih kedokteran karena memang minat bakat saya ke sini, bukan karena disuruh atau dipaksa, saya pingin kalau jadi dokter bisa bermanfaat bisa menolong orang tidak mampu, kalau jadi dokter ada orang sakit yang penting diobatin dulu, kalau nggak punya uang ya gratis," kata Aldo.
Aldo berangan-angan, kelak jika sudah lulus dari Fakultas Kedokteran, dirinya ingin melanjutkan pendidikan untuk mengambil program spesialis, meskipun hingga kini Aldo belum menemtukan akan mengambil spesialis apa.
Kendati demikian Aldo ingin hidupnya lebih bermanfaat bagi orang lain. Aldo bercita-cita kelak setidaknya bisa menjadi kepala rumah sakit, agar dapat membangun dan memperbaiki sistem yang ada, sehingga pelayanan rumah sakit dapat lebih maksimal dan tidak terlampau mahal.
Remaja yang selalu masuk peringkat tiga besar saat SD hingga SMA ini ternyata masuk menjadi salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada melalui ujian masuk, dan bukan melalui jalur undangan.
"Masuknya lewat jalur tes bukan undangan, sebenernya di sekolah waktu itu nilai saya masuk tiga besar, kan kuota jalur undangan cuman tiga orang, harusnya bisa masuk tapi yang nilainya diperingkat lima dia pake sertifikat-sertifikat KIR (Karya Ilmiah Remaja-red) ya jadi saya nggak masuk," ujar Aldo.
Tak bisa masuk lewat jalur undangan, Aldo tak putus asa. Dirinya menyiapkan tes ujian masuk universitas selama satu bulan penuh dan berhasil.
"Kan waktu itu ada libur sebulan jadi selama sebulan saya belajar untuk tes, tapi ya belajarnya santai juga sih, ternyata keterima, dan gak ada kesulitan waktu mengerjakan soal ujian seleksi masuk universitas," ujar Aldo. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
-
Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan
-
Membongkar Borok Kerja Kelompok yang Cuma Bikin Jinak Si Pemalas
-
Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara
-
Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN
-
Mahasiswa Viral Masuk Toilet Cewek? Unisa Yogyakarta: Investigasi Awal Belum Temukan Faktanya
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat
-
833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar
-
Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan