Suara.com - Kebakaran di lereng Gunung Merapi sisi barat Megelang serta Gunung Merbabu dipastikan tidak mengganggu habitat burung elang Jawa (Spizaetus Bartelsi).
"Ya kemarin kan memang ada kebakaran hutan di wilayah TNGM sisi lereng Magelang dan di Gunung Lawu, tapi nggak mempengaruhi kok, karena lokasinya kan jauh dari habitat elang Jawa yang berada di Plawangan dan Tegalmulyo," ujar Koordinator Pengendalian Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Merapi, Irwan Yuniatmoko, Selasa (25/8/2015).
Meski demikian, petugas akan tetap melakukan pengamatan populasi serta penyebaran burung elang Jawa pada hari Minggu nanti.
Irwan menambahkan saat ini jumlah burung elang Jawa yang berada di kawasan Gunung Merapi tinggal ada tiga ekor.
"Sekarang jumlahnya ada tiga, satu pasang di Plawangan dan satu ekor jantan di Tegalmulyo," kata Irwan.
Lebih jauh, Irwan mengatakan awal tahun 2014 petugas mendeteksi sepasang elang Jawa bersarang di Plawangan, namun sampai sekarang belum bisa dipastikan apakah burung langka tersebut sudah bertelur atau belum.
"Dari pengamatan memang sudah bersarang, tapi kita belum berani pastikan bertelur atau tidaknya, karena elang jawa ini kan sangat sensitif sekali, jadi kita tidak berani mendekat, tapi minggu depan TNGM kerja sama dengan komunitas pengamat burung Yogyakarta akan melakukan aktivitas, populasi dan sebaran elang jawa ini," ujar Irwan.
Sementara itu dari Solo, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan kebakaran hutan gunung yang terjadi di Pulau Jawa akhir-akhir ini karena ulah tangan jahil manusia, bukan karena faktor alam.
"Kebakaran hutan di gunung ini bukan karena alam. Tapi karena aktivitas para pendaki yang kurang hati-hati atau ceroboh," kata Sutopo kepada wartawan di kampus Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Solo.
Menurut Sutopo tahun ini ada hutan di enam gunung di Pulau Jawa yang terbakar, yakni Gunung Lawu, Gunung Merbabu, Gunung Ceremai, Gunung Sumbing, Gunung Kawi, dan Gunung Slamet.
Dia mengatakan intensitas kebakaran hutan yang terjadi di enam gunung ini cukup besar. Hal tersebut karena banyak daun, ranting pohon yang kering dan mudah terbakar.
"Medan yang sangat sulit membuat proses pemadaman terganggu. Mobil pemadam yang dikerahkan tidak bisa menjangkau kebakaran tersebut," kata dia.
Meski demikian, pihaknya terus meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah masing-masing yang dekat lokasi kebakaran hutan untuk terus berusaha memadamkan.
Karena jika tidak segera dipadamkan api akan merembet ke lahan lain yang lebih besar. Disamping itu juga mengerahkan petugas pemadam dengan menggunakan water bombing melalui holikopter serta melakukan hujan buatan.
"Sebenarnya bencana kebakaran hutan di gunung pada musimkemarau ini tidak hanya di Jawa saja, hampir merata di Indonesia, seperti Bali, Sumatera, Kalimantan, Riau, dan Nusa Tenggara Timur," katanya.
Lebih jauh, Sutopo menambahkan kebakaran hutan di musim kemarau dapat merugikan ekonomi. Pasalnya, dari pengalaman tahun lalu kebakaran hutan ini telah merugikan ekonomi Indonesia mencapai Rp20 triliun. (Labib Zamani/Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas