Pekerjaan konstruksi pembangunan pelabuhan peti kemas Kalibaru tahap pertama, di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/4). (Antara)
Polri sedang menyelidiki kasus dugaan suap proses bongkar muat peti kemas (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan TNI tak ikut menangani kasus tersebut. Dia percaya Polri dapat mengusut tanpa bantuan TNI.
"Proses hukum bisa diatasi polisi, kenapa kita mesti ikut-ikutan, polisi sudah profesional dan mereka 24 jam pasti siap ada apapun pasti siap," kata Jenderal Gatot usai menghadiri undangan PKS di gedung DPR, Rabu (26/8/2015).
Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengatakan Polri akan menyelidiki seluruh pelabuhan di Indonesia apakah ada suap dalam proses dwelling time atau tidak.
"Ada selidiki juga pelabuhan yang lain sedang kami kembangkan," kata Budi Waseso, Jumat (31/7/2015) lalu.
Namun, pelabuhan mana saja yang akan diselidiki, Budi Waseso belum bisa memastikannya. Polri, katanya, sedang menunggu perkembangan kasus dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok yang sedang diusut Polda Metro Jaya.
"Nanti sedang kami kembangkan. Sekarang lagi dijalankan proses pendalaman," kata dia.
Dalam kasus di Pelabuhan Tajung Priok, Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Kasubdit di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan berinisial I, pekerja yang mengurus perusahaan importir berinisial N, dan pekerja harian lepas di Kementerian Perdagangan berinisial MU.
Polisi telah menyita uang 42 ribu dolar AS dan uang 4 ribu dolar Singapura.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan TNI tak ikut menangani kasus tersebut. Dia percaya Polri dapat mengusut tanpa bantuan TNI.
"Proses hukum bisa diatasi polisi, kenapa kita mesti ikut-ikutan, polisi sudah profesional dan mereka 24 jam pasti siap ada apapun pasti siap," kata Jenderal Gatot usai menghadiri undangan PKS di gedung DPR, Rabu (26/8/2015).
Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengatakan Polri akan menyelidiki seluruh pelabuhan di Indonesia apakah ada suap dalam proses dwelling time atau tidak.
"Ada selidiki juga pelabuhan yang lain sedang kami kembangkan," kata Budi Waseso, Jumat (31/7/2015) lalu.
Namun, pelabuhan mana saja yang akan diselidiki, Budi Waseso belum bisa memastikannya. Polri, katanya, sedang menunggu perkembangan kasus dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok yang sedang diusut Polda Metro Jaya.
"Nanti sedang kami kembangkan. Sekarang lagi dijalankan proses pendalaman," kata dia.
Dalam kasus di Pelabuhan Tajung Priok, Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Kasubdit di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan berinisial I, pekerja yang mengurus perusahaan importir berinisial N, dan pekerja harian lepas di Kementerian Perdagangan berinisial MU.
Polisi telah menyita uang 42 ribu dolar AS dan uang 4 ribu dolar Singapura.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
-
Mulai Agustus 2026, Jakarta Berhenti Kirim Sampah Mentah ke Bantar Gebang
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital