Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup Cina telah menempatkan sistem pemantauan polusi 24 jam di kawasan ledakan gudang kimia di Pelabuhan Tianjin, Cina. Hasilnya akan diumumkan terbuka.
Menteri Lingkungan Chen Jining menjelaskan jika data itu akan dibuka dengan akurat dan tepat waktu ke publik lewat website. Kualitas lingkungan itu meliputi udara, tanah, dan air.
Chen menambahkan warga akan mengetahui lingkungan di sana masih layak di tempati atau tidak. Demikian dilansir Reuter, Jumat (28/8/2015).
Sebelumnya, dua ledakan terjadi di Tianjin di sebuah gedung penyimpanan bahan kimia. Ledakan itu menewaskan hampir 150 orang di sana.
Ledakan tersebut memicu kemarahan publik karena lemahnya perlindungan kerja dan keamanan publik di kawasan industri. Maka itu isu korupsi pun mengemuka. Seorang pejabat otoritas keamanan publik sudah dijadikan tersangka.
Sementara ada belasan orang yang ditahan akibat ledakan itu. Lainnya ada 11 pejabat dan eksekutif pelabuhan yang dituduh lalai. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026
-
Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia
-
Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru
-
Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026
-
Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu
-
Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki
-
KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik, Ajukan Lima Rekomendasi Perbaikan Pemilu