Suara.com - Sunaryo, salah satu calon jamaah haji asal Kulonprogo, Yogyakarta, merupakan seorang pekerja kuli gendong sukses. Dia bisa menyekolahkan anak sampai tingkat universitas.
Janu Nugroho, anak semata wayang Sunaryo yang lahir tahun 1990, kini tengah menyelesaikan skripsi di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Negeri Yogyakarta.
Setiap hari, selain menyisihkan uang Rp10 ribu untuk nyicil biaya haji, dia juga menyelipkan uang sedikit demi sedikit untuk biaya sekolah Janu Nugroho.
Keinginan Sunaryo menyekolahkan anak sangat kuat. Ia ingin putra semata wayangnya menjadi anak yang berguna.
Janu Nugroho juga memiliki keinginan yang sama engan ayah. Dia bercita – cita menjadi guru sejak kecil.
Saat ditemui Suara.com, Janu Nugroho bercerita, selain sibuk kuliah, dia juga nyambi jadi pengajar di Madrasah Diniyah.
"Cita – cita saya memang ingin jadi guru, dan terus bergulat dalam bidang pendidikan," kata Janu Nugroho.
Janu Nugroho sangat bersyukur memiliki orang tua seperti Sunaryo dan Sulamsih yang sangat menyayanginya dan selalu memberikan dukungan.
“Bapak itu orangnya tegas, tetapi tetap santai dalam penyampaian, terutama untuk masalah ibadah untuk akhirat. Kadang anak muda seperti saya masih susah untuk mengikuti jejak seperti bapak,” ujar Janu Nugroho.
Menurut Janu Nugroho, ayahnya seorang pekerja keras.
“Sebenarnya kasihan bapak, sudah 53 tahun, tapi masih ngotot pengen menjadi kuli gendong. Tapi bagaimana lagi bapak orangnya begitu,” ujar Janu Nugroho.
Saat ada waktu senggang, Janu Nugroho membantu menggantikan ayahnya membersihkan lingkungan masjid dan menyiapkan perlengkapan untuk ibadah jamaah.
Janu berharap sepulang ayahnya dari menunaikan ibadah haji, dapat kembali bekerja dan kembali mengumpulkan uang.
“Ya semoga saja saya bisa segera menyelesaikan kuliah, menikah, dan dapat mengikuti jejak ayah untuk naik haji, dari uang kerja sambilan saya sebagai ojek motor di pasar," kata Janu. (Wita Ayodhyaputri)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang