Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI Lukman Edy menilai kunjungan sejumlah pimpinan DPR menemui calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump bukan sebagai bentuk kegiatan diplomatis Indonesia-AS. Wasekjen PKB ini pun menyesali kunjungan pimpinan parlemen yang telah menggunakan dana negara.
"Dia ini ke Amerika atas biaya APBN ke acara pertemuan antar parlemen. Itu biaya negara atas nama ketua DPR. Kalau hadir dalam forum politik tidak ada kaitannya dengan diplomasi AS dan Indonesia, itu hanya buang-buang waktu saja," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2015).
Seperti diberitakan sebelumnya, pimpinan DPR Setya Novanto, Fadli Zon dan Aziz Syamsuddin menemui calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik di New York, Amerika Serikat, Kamis (3/9/2015).
Lukman, mengaku telah mencatat beberapa pimpinan DPR berkinerja buruk. Sebelumnya, dia juga telah mencatat pengadaan karpet merah yang tidak berhubungan dengan kegiatan anggota dewan.
"Kita anggota DPR ini mencatat apa yang dilakukan pimpinan DPR, jangan fikir kita tidak mencatat. Kita mencatat ini pimpinan DPR bekerja baik atau tidak. DPR semakin bagus di mata masyarakat atau semakin buruk. Kasus karpet merah juga kami catat," katanya.
Terlebih dia mengaku tidak mau memberikan catatan tersebut ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD).
Lukman mengaku masih menunggu waktu yang pas untuk membeberkan keburukan pimpinan DPR kepada seluruh anggota dewan.
"Ini catatan negatif. Kita tidak ada tindak lanjut. Tapi kalau sudah ada timing-nya akan kita buka semuanya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2