Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk hadiah berupa liontin batu akik bagi atlet peraih medali pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016 di Jabar.
"Itu dari APBD, adanya di (pos anggaran) PB PON. Jadi kalau maksimal satu juta per batu akik, maka jika ditotal jadi Rp2,5 miliaran lah," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, di Bandung, Selasa (8/9/2015).
Menurut dia, batu akik yang akan dijadikan cenderamata tak hanya satu jenis atau dari satu daerah, namun beragam dan berasal dari seluruh daerah di Jawa Barat.
"Nanti itu ini seperti ketika Konferensi Asia Afrika kemarin. Batunya macam-macam ada Pancawarna, Ohen, Jesper Tasikmalaya atau Oval Sukabumi. Pokoknya batu-batu dari wilayah Jawa Barat," kata dia.
Pihaknya berharap pemilihan batu akik sebagai cenderamata PON dapat ikut mempromosikan kembali batu akik khas Jawa Barat sehingga nanti turut mendongkrak ekonomi masyarakat.
"Pemberian cenderamata ini bagian dari pemicu perekonomian kita. Dengan cara ini mudah-mudahan bisa menaikkan kembali (pamor) batu akik sehingga mudah-mudahan berdampak pada ekonomi kerakyatan," katanya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Lasminingrat Yudi Nugraha menambahkan, pihaknya bersama seluruh perajin batu akik di Garut siap untuk memenuhi permintaan batu akik sebagai cenderamata bagi atlet peraih medali pada pelaksanaan PON XIX.
"Batu akik yang akan diunggulkan dari Garut yaitu batu Pancawarna dikolaborasikan dengan batu lain, karena mempunyai filosofi," katanya.
Ia menyebutkan, berdasarkan hitungan sementara liontin batu akik yang harus disiapkan untuk PON Jabar sebanyak 2.500 buah dengan kualitas terbaik.
Liontin itu, kata dia, tidak semuanya dari batu akik yang ditambang dan dibuat di Garut. tetapi ada yang dari daerah lain di Jabar.
"Di sini saya berjuang atas nama Garut, ada dari daerah lain juga yang mempunyai potensi bahan tambang batu akik untuk dipersembahkan kepada Jabar," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan