Suara.com - Majelis Kehormatan Dewsan (MKD) DPR menyatakan kalau pengusutan kasus dugaan pelanggaran etik Pimpinan DPR bukan berdasarkan dari aduan sejumlah Anggota DPR, melainkan insiatif anggota majelis.
Anggota MKD Junimart Girsang kepada suara.com, Rabu (9/9/2015), menjelaskan kalau pemberitaan media sudah bisa menjadi bukti awal buat MKD untuk mengusutnya dan kewenangan yang dimiliki.
“Memang ada yang mengadu, tapi aduan itu setelah MKD memutuskan untuk mengusut tanpa pengaduannya,” kata Junimart melalui sambungan telepon.
Dia juga menekankan ada dua mekanisme awal yang mengatur kewenangan MKD soal pengusutan pelanggaran etika anggota DPR. Kendati tidak menjelaskan detil, dia menyebut sudah ada dua kasus yang pernah diusut tanpa aduan.
“Yang pertama itu soal Anang Hermansyah dan kasus saling pemukulan anggota DPR,” terang Junimart.
Menurutnya, dugaan pelanggaran etika ini adalah kasus ketiga yang diusut tanpa pengaduan terlebih dahulu.
Meskipun demikian, Junimart menjelaskan, para pengadu yang sebagian besar dari angggota Frakdi PDI Perjuangan akan dimintai keterangan sebagai saksi.
Seperti diberitakan, hari ini MKD juga akan meminta sejumlah dokumen dari sekretariat DPR untuk melengkapi bukti pengusutan.
Dokumen itu meliuti jadwal perjalanan, protokoler, dan dana anggaran saat pimpinan DPR dan puluhan anggota lainnya berkunjung ke Amerika Serikat (AS).
Kunjungan ini menjadi polemik setelah Ketua DPR Setya Novanto dan Fadli Zon menemui kandidat capres dari Partai Republik AS Donald Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah