News / Nasional
Rabu, 09 September 2015 | 14:05 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono memberikan ceramah pada acara Presidential Lecture yang digelar dalam rangka HUT ke-50 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Auditoriom Lemhanas, Jakarta, Selasa (8/9). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Umum Partau Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan partainya tetap berada di tengah. Demokrat akan menjadi penyeimbang di antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Posisi tersebut disangkal SBY sebagai sikap politik tidak tegas. Itu dikatakan SBY dalam pidato di acara HUT Partai Demokrat ke-14 di gedung DPR RI, Rabu (9/9/2015).

"Posisi politik kita sangat jelas. Sekarang ini dalam konteks koalisi-koalisi yang terbentuk ada KMP dan KIH kita benar-benar menjadi penyeimbang. Ada yang mengatakan mengapa di tengah? Ikut aja salah satu. Kalau penyeimbang tidak tegas," kata SBY.

Presiden RI ke-6 ini pun menganalogikan sikap politik Demokrat seperti gerakan Non Blok saat perang dingin. Menurutnya sebagai partai penyeimbang, Demokrat bisa lebih independen.

"Saya menolak, dulu pas peran dingin ada Blok Barat dan Blok Timur, Indonesia jadi Gerakan Non Blok. Jadi penyeimbang bukan tidak tegas. Penyeimbang jadi lebih independen," katanya.

"Kalau pemerintah benar kita dukung penuh. Tapi kalu keputusan kebijakan pemerintah tidak tepat kita bisa kritisi dan koreksi dan dengan solusi dan rekomendasi," tambahnya.

Dikatakan SBY, sikap politik yang dianut Demokrat bertujuan agar bisa mengkritisi pemerintah dengan tegas. "Kita bukan koalisi yang gabung pemerintah. Kita bisa independen sampaikan sikap setegas-tegasnya," katanya.

Dia pun berharap agar seluruh kader partai berlambang bintang mercy ini bisa terus konsisten menjaga sikap politik partai sebagai penyeimbang. "Sikap itu yang kita konsisten jalankan. Saya harap, tidak ada keraguan-keraguan menjadi penyeimbang," katanya.

Load More