Suara.com - Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, gelombang pengungsi besar-besaran melanda negara-negara Eropa. Fenomena ini membuat para pemimpin negara-negara Eropa berupaya keras mencari jalan keluar dari krisis tersebut.
Yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa jumlah pengungsi meningkat tajam tahun ini.
Meskipun peningkatan jumlah pengungsi yang melakukan perjalanan berbahaya menyeberangi laut dari Libya ke Italia tidak berubah secara signifikan, tidak demikian halnya dengan jalur penyeberangan lain. Menurut International Organization for Migration (IOM), ada peningkatan jumlah pengungsi yang menyeberangi laut Mediterania dari Turki menuju Yunani. Jalur ini dipandang lebih singkat dan lebih minim bahaya.
Sejauh ini, sudah ada 250.000 imigran dan pengungsi yang tiba di Yunani tahun ini. Jumlah ini meningkat ketimbang tahun 2014 yang hanya berjumlah 34.000 saja. Mayoritas pendatang adalah warga Suriah, negara yang sedang dilanda konflik. Sementara lainnya adalah warga Afghanistan, Albania, Pakistan dan Irak.
Ada dua jenis pengungsi yang masuk Eropa. Pertama, mereka yang menghindari konflik yang kian parah di Suriah. Kedua, mereka yang meninggalkan kamp-kamp pengungsian di negara-negara yang berbatasan dengan Suriah. Mereka yang ada di golongan kedua ini memilih pergi karena jatah bantuan makanan dari World Food Programme yang kian menipis karena pemotongan dana bantuan.
Berbeda dengan para imigran yang menyeberang dari Libya. Sebagian besar adalah warga Eritrea, Somalia, Sudan, Nigeria dan Mali yang melarikan diri dari kemiskinan, konflik, atau pemerintahan tangan besi. (Reuters)
Berita Terkait
-
Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan