Suara.com - Kepolisian Daerah Aceh menangkap enam orang anggota kelompok bersenjata yang hendak melakukan aksi pembebasan terhadap gembong narkoba seberat 78 kilogram. Penangkapan terhadap mereka dilakukan didua tempat yang berbeda di Provinsi Aceh.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Aceh, Komisaris Besar (Kombes) Polisi, T Saladin mengatakan, penangkapan mulanya dilakukan terhadap salah seorang tersangka berinisial B. Dia, kata Saladin, terjaring razia yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Aceh Utara, pada Selasa (8/9/2015).
Setelah diperiksa dan digeledah, kata Saladin, di dalam mobil Suzuki Swift BK 1661 XY yang dikendarai B (33), ditemukan 26 butir amunisi kaliber 9 mili meter.
"Kemudian dilaksanakan interogasi dan diketahui adanya rencana pembebesan terhadap A, terdakwa kasus sabu-sabu 75 kilogram yang saat ini ditahan di rutan Kajhu, Aceh Besar," kata Kombes Pol T Saladin pada acara gelar perkara kepemilikan senjata para pelaku di Polda Aceh, Jumat (11/9/2015).
Seperti diketahui, empat orang bandar sabu-sabu seberat 78 kilogram asal Aceh Timur didakwa hukuman mati. Keempat terdakwa yaitu, Abdullah (36), Hasan Basri (35), Samsul Bahri (36), dan Hamdani (35).
Mereka dinilai telah melakukan tindak pidana membeli, mengedarkan, memiliki natkotika golongan satu tanpa izin pihak terkait. Sebab itu mereka pun diancam sesuai dengan pasal 112, 113 dan 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan dakwaan hukuman mati.
Karena ancaman hukuman itu, serangkaian aksi untuk membebaskan para gembong narkoba ini pun bermunculan. Namun sebelum terlaksana, aparat polisi telah meringkus seluruh tersangka yang terlibat.
Menurut Saladin, dari hasil pengembangan B, diperoleh informasi bahwa aksi pembebesan ini juga melibatkan ZR (29) yang merupakan merupakan adik kandung dari terdakwa A. Selain itu aksi pembebasan terhadap A juga melibatkan empat tersangka lainnya berinisial I (39), T (28), H (38), dan M.
"Kemarin sekira pukul 17.00 Wib, kita berhasil menangkap mereka. Empat orang di tangkap di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Sedangkan ZR ditangkap di komplek perumahan anggota DPR Aceh," ujarnya.
Bersama para tersangka yang ditangkap itu, polisi juga menemukan sejumlah amunisi dan senjata yang akan digunakan untuk melancarkan aksi.Barang bukti tersebut ditaruh di dalam sebuah mobil Nissan X Trail bernomor polisi BM 1605 NI, yang diparkirkan ZR tepat di depan rumah salah satu anggota DPR Aceh.
Adapun barang bukti yang didapat yakni dua pucuk senjata laras panjang jenis AR 15, Satu pucuk AK 56, empat magasin AR 15, satu magasin AK 56, 45 butir peluru AK 56, 197 butir amunisi AR 15, 13 meter tali tambang ukuran besar, dua meter rantai besi, satu unit gunting pemotong kawat, baju loreng, dan sepatu PDL.
"Semua tersangka ini punya saling keterkaitan dengan A yang notabenenya adalah mafia sabu-sabu. Bahkan dari beberapa orang tersangka merupakan bagian dari keluarga korban," jelas Saladin.
Para tersangka ini, kata dia pula, sebenarnya sudah pernah melakukan aksi pembebesan sekitar seminggu lalu. Namun karena tidak memiliki keberanian yang kuat, aksi pertamanya gagal dilakukan.
"Sekitar seminggu lalu mereka udah coba mau jebolin Rutan Kajhu. Tapi gagal karena kurang berani setelah melihat ada mobil patroli yang melintas," sebut Saladin.
Untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam aksi ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan.Selain itu, pihak kepolisian juga meperketat penjagaan terhadap para terdakwa yang kini mendekam dalam Rutan Kajhu, Aceh Besar. [Alfiansayah Ocxie]
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina
-
Potensi Korupsi Program MBG Ramai Dilaporkan ke KPK, Ini Alasan Belum Ada Penindakan
-
13 Jukir Liar Blok M Terjaring Razia, Begini Nasibnya Kini
-
Seskab Teddy Borong 5 Sapi Kurban dari Irfan Hakim
-
Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare