Suara.com - Juara Wimbledon, pasangan Martina Hingis-Sania Mirza memenangi ganda putri AS Terbuka, setelah di babak final yang digelar Minggu (13/9/2015) waktu setempat menundukkan pasangan Casel Dellacqua-Yaroslava Shvedova dengan skor 6-3, 6-3 .
Di pertandingan ini pasangan Mirza-Hingis yang diunggulkan di tempat teratas itu tidak pernah kehilangan satu set pun. Hingis juga memenangi kategori ganda campuran bersama mitranya dari India, veteran ganda putra Leander Paes.
Ini merupakan gelar ganda Gram Slam yang ke-11 sepanjang karir Hingis (34), yang memenangi empat Australia Terbuka (1997, 1998, 1999, 2002), dua Prancis Terbuka (1998, 2000), tiga di Wimbledon (1996, 1998, 2015), dan dua di New York pada 1998 dengan Jana Novotna dan pada tahun ini.
Mirza (28), petenis peringkat satu dunia kategori ganda putri, sebelumnya memenangi satu-satunya gelar ganda putri Grand Slam bersama petenis ganda putri peringkat dua dunia Hingis pada Juli di All England Club.
Dellacqua yang berasal dari Australia, mengincar mahkota ganda Grand Slam perdananya, namun ia hanya mampu mencatatkan enam kali menjadi runner up, termasuk pada AS Terbuka dan Australia Terbuka dan Wimbledon 2013, ditambah Prancis Terbuka 2008 dan 2015.
Shvedova (28) yang berasal dari Kazakhstan, memenangi dua mahkota ganda putri pada Wimbledon dan AS Terbuka 2010.
Hingis juga merupakan runner up ganda pada tahun lalu bersama petenis Italia Flavia Pennetta, yang kali memenangi mahkota tunggal putri AS Terbuka, sekalgus gelar Grand Slam perdananya, setelah pada Sabtu mengalahkan rekan senegaranya Roberta Vinci di final tunggal putri AS Terbuka.
Mirza dan Hingis telah mencapai enam final dari 12 turnamen bersama-sama, sedangkan Dellacqua dan Shvedova hanya menembus empat final dari tujuh kali mereka dipasangkan. (Reuters)
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya
-
Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dinonaktifkan Usai Dilaporkan Terkait Kasus Kekerasan Seksual
-
WNA Filipina di Palopo Ditahan Imigrasi karena Miliki e-KTP Indonesia
-
Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
-
Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'