Suara.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, tidak ada diskriminasi bagi mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang menimba ilmu di perguruan tinggi yang terdapat di Tanah Air.
"Kita tidak pernah membeda-bedakan mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) seperti di Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB) mau pun di Universitas Sumatera Utara (USU) dan lainnya," katanya menjawab wartawan usai memberikan ceramah pada Simposium Nasional Akuntasi (SNA) XVIII di Auditorium USU, Medan, Kamis.
Setiap mahasiswa yang kuliah di PTN, menurut dia, memiliki hak yang sama, baik itu penyandang disabilitas mau pun mahasiswa lainnya.
"Setiap mahasiswa yang memiliki prestasi bagus dan nilai akademik tinggi, akan mendapat bantuan beasiswa, termasuk bagi mereka penyandang disabilitas," ujar Nasir.
Selain itu, mahasiswa disabilitas tersebut, bisa saja diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk melanjutkan pendidikan program magister (Strata-2) mau pun doktor (S-3) di luar negeri seperti yang selama ini dilakukan mahasiswa asal Indonesia.
"Jadi, pemerintah tidak pernah membatasi mahasiswa yang disabilitas, dan hal jelas tidak dibenarkan," katanya.
Ia menyebutkan, dalam pemberian bantuan terhadap mahasiswa yang cerdas itu, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) tidak ada pilih kasih.
Oleh karena itu, para mahasiswa penyandang disabilitas tersebut, jangan merasa tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam bidang pendidikan.
"Pemerintah tetap memiliki kepedulian yang cukup tinggi terhadap mahasiswa disabilitas yang belajar di berbagai PTN," katanya.
Nasir menambahkan, bagi mahasiswa yang belajar di PTN harus selalu saling menghargai satu sama lainnya karena memang tidak ada perbedaan.
"Hal ini, kelihatannya kurang baik dan tidak mencerminkan calon-calon intelektual muda yang diharapkan dapat membangun bangsa dan negara," kata Menristek Dikti. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026