Suara.com - Darmawati, tenaga kerja wanita (TKW) asal Pinrang, Sulawesi Selatan, yang sebelumnynya diduga telah meninggal akibat dimutilasi majikannya di Arab Saudi, ternyata ditemukan masih hidup.
Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Riyadh, Ahrul Tasni Fathurrahman kepada Antara Kairo, Kamis, (17/9/2015) mengisahkan, awalnya dugaan mutilasi itu dilaporkan Sudiyati -- ibu kandung Darmawati yang juga TKW di Arab Saudi -- kepada KBRI Riyadh.
"Dalam laporannya, Sudiyati mendapat informasi bahwa anaknya, Darmawati, telah dibunuh majikannya dengan cara mutilasi," katanya.
Saat menyampaikan laporan kepada KBRI, Sudiyati didampingi majikannya, dan meminta bantuan untuk mencari anaknya tersebut.
Tim Perlindungan warga negara Indonesia (WNI) KBRI Riyadh segera bergerak cepat untuk menindaklannjuti laporan itu.
Sekretaris III Fungsi protokol dan Konsuler KBRI Riyadh, Chairil Anhar Siregar, yang menangani kasus tersebut mengungkapkan, awalnya tim kesulitan menelusuri kasus itu karena tidak diberi penjelasan detil oleh pelapor.
"Walau Sudiyati tidak tahu persis tempat tinggal majikan Darmawati dan hanya menyebutkan sebuah daerah di Riyadh, Tim KBRI berupaya menelusuri keberadaan Darmawati," ujar Chairil.
Chairil Anhar menjelaskan, Tim KBRI selanjutnya bekerja sama dengan aparat keamanan setempat, dan pada akhirnya berhasil menemukan Darmawati dalam keadaan sehat walafiat.
Keduanya, Sudiyati dan Darmawati, pun bersama-sama telah pulang kembali ke kampung halamannya di Pinrang Sulawesi Selatan.
Sementara itu, KBRI Riyadh pada 8 September lalu kembali memulangkan 41 TKW bermasalah, yaitu mereka yang telah melampaui masa izin tinggal (overstayers) dan tidak memiliki dokumen perjalanan (undocumented).
Sebelum dipulangkan, TKW bermasalah tersebut diamankan di Rumah, tempat penampungkan sementara di KBRI Riyadh. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Muhammadiyah Hargai Sikap Kemenag Terkait Perbedaan Idul Adha
Wah, Laki-laki Ini Telan Dolar Senilai Rp1,59 Miliar
Polisi Selidiki Kematian Bocah SD yang Tewas Akibat Berkelahi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan
-
KPK Ajukan Penundaan Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ini Alasannya
-
LLDIKTI Wilayah IX Tekankan Pemanfaatan Bijak Dana Beasiswa di ITB Nobel Indonesia
-
Daftar Tempat Menarik untuk Menunggu Maghrib di Wilayah Bandung Barat
-
Kasus Suap Impor Barang KW, KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
Kasatgas Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
DPR: Perjanjian Transfer Data RI-AS Harus Seimbang dengan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Warga
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja