Suara.com - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menyebut rancangan naskah usulan Panitia Khusus (Pansus) PT Pelindo II akan dibawa ke Badan Musyawarah (Bamus) pekan depan untuk dibahas.
Setelah dibawa ke Bamus, Pansus Pelindo II nantinya akkan diserahkan dalam rapat paripurna apakah akan disetujui untuk dibentuk atau tidak.
"Minggu besok dibawa ke Bamus, terus paripurna. Baru kemudian diumumkan nama anggota 30 pansus. Draft usulan sudah, tinggal dipleno dikomisi III. Rencana Rabu. Kamis langsung dibawa kebamus," kata Masinton, Jumat (18/9/2015).
Masinton juga mengklaim, seluruh anggota komisi III DPR telah menyetujui agar Pansus PT. Pelindo II dibentuk. Meski demikian, dia belum dapat memastikan lagi secara pasti bagaimana sikap dari Anggota DPR yang berada di Komisi lainnya.
"Komisi VI, V, IX, XI belum tahu," ujarnya.
Apabila nanti Pansus tersebut sudah terbentuk, maka Anggota DPR yang ditunjuk dalam Pansus akan memanggil Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil.
"Pemanggilan Lino, Rini dan semua pihak yang diduga terlibat. Termasuk yang ditelpon Lino," katanya.
Usulan Pansus Pelindo II ini menyusul dari kasus pencopotan Budi Waseso dari jabatan kabareskrim setelah menggeledah kantor Dirut PT Pelindo II R.J. Lino.
Para politsi Senayan menduga ada intervensi dari pemerintah, apalagi setelah Lino mengancam mundur ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengakui menelepon Budi Waseso terkait kasus di Pelindo II. (Nur Habibie)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,
-
Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?
-
Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
-
103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Rapat Internal Tertunda, Komisi II DPR Ungkap Ternyata RUU Pemilu Belum Ada Naskah Akademik
-
KPK: Partai Politik Rentan Korupsi, Belum Ada Sistem Keuangan dan Kaderisasi Terintegrasi