Suara.com - Seorang perempuan berusia 91 tahun yang pernah bekerja di kamp konsentrasi Nazi, Auschwitz, didakwa atas keterlibatannya dalam pembunuhan 260.000 tawanan Yahudi di Perang Dunia II, demikian dilansir media Jerman, DPA. Perempuan yang bekerja sebagai operator telegraf di kamp Auschwitz ini disidang dalam sebuah pengadilan khusus anak lantaran ia masih berusia di bawah 21 tahun saat melakukan kejahatan yang dituduhkan padanya.
Pengadilan di Kota Kiel, Jerman, belum memutuskan apakah akan melanjutkan sidang atas si perempuan tahun depan atau tidak. Pengadilan juga masih mempertimbangkan kesehatan perempuan yang sudah tua renta itu.
Jaksa penuntut umum Kiel, Heinz Dollel, tidak menyebutkan nama perempuan tersebut. Namun disebutkan bahwa si perempuan merupakan anggota unit khusus perempuan yang membantu pekerjaan Schutzstaffel (SS) - organisasi paramiliter Nazi - di kamp konsentrasi Auschwitz. Si perempuan didakwa terlibat dalam peristiwa yang terjadi antara bulan April hingga Juli 1944.
Dalam jangka waktu tiga bulan tersebut, sejumlah besar tawanan Yahudi asal Hungaria dibunuh dalam kamar-kamar gas yang terletak di kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau.
Pada bulan Juli 2015 lalu, seorang mantan perwira SS, Oskar Groening, didakwa empat tahun penjara setelah divonis bersalah atas dakwaan membantu melakukan pembunuhan 300.000 tawanan Yahudi asal Hungaria di kamar gas antara bulan Mei hingga bulan Juli 1944. Lelaki yang dijuluki "Si Penjaga Buku Auschwitz" itu awalnya diperkirakan bakal menjadi orang terakhir yang dipidana dalam persidangan Holocaust.
Groening bekerja sebagai akuntan di kamp konsentrasi Auschwitz. Tugasnya adalah menyortir dan menghitung uang yang diambil dari para korban pembantaian atau mereka yang dijadikan budak kerja paksa. Uang-uang yang dikumpulkan kemudian dikirim ke Berlin.
Sekitar 1,1 juta orang, yang sebagian besar adalah warga Yahudi Eropa, tewas antara tahun 1940 hingga 1945 di kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau. Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, kamp tersebut berhasil direbut oleh pasukan Uni Soviet. (News.com.au)
Tag
Berita Terkait
-
Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Jurgen Habermas, Filsuf Ternama dan Tokoh Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!
-
Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia
-
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
-
Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir
-
Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban