Suara.com - Tragedi Mina di area lokasi ritual para jemaah haji melempar jumroh sudah lima kali terjadi. Dari lima peristiwa selalu ada cerita kematian jemaah haji dari berbagai negara.
Kabar menyedihkan terakhir baru saja berlangsung kemarin, Kamis (24/9/2015), yang menyebabkan 717 orang tewas.
Berikut jumlah korban dari tragedi Mina sejak 1990:
1. Tahun 2015: Sedikitnya 717 jemaah tewas dan ratusan lainnya luka setelah berdesakan dan terinjak-injak di Mina.
2. Tahun 2006: Sebanyak 360 jemaah haji meninggal akibat terinjak-injak jemaah yang lain saat menjalani ritual lempar jumlah di Mina. Mina adalah sebuah gurun berjalan sekitar 5 km dari Kota Mekah. Selain korban meninggal, ratusan orang menjadi korban luka akibat berdesakan dan terinjak.
3. Tahun 2004: Sedikitnya 250 jemaah meninggal karena berhimpitan saat calon jemaah tidak mendapatkan ijin masuk Mina saat akan menyelenggarakan ritual lempar jumroh. Ratusan jemaah cidera pada hari terakhir rangkaian jemaah haji tersebut.
4. Tahun 2003: Tidak kurang dari 14 jemaah meninggal saat berebut melempar jumroh di Mina.
5. Tahun 2001: Sedikitnya 35 calon jemaah haji meninggal saat terjadi penumpukan jemaah di Mina. Mereka terinjak saat jemaah berebutan tempat.
6 . Tahun 1998 : Sedikitnya 180 calon jemaah haji meninggal terinjak-injak jemaah yang lain karena panik setelah mereka jatuh dari jembatan layang saat pelaksanaan lempar jumroh di Mina.
7. Tahun 1997: Tak kurang dari 340 calon haji meninggal dunia akibat kebakaran tenda di perkampungan jemaah Indonesia di Mina. Lebih dari 1.500 jemaah cedera.
8. Tahun 1994: Sedikitnya 270 calon jemaah haji meninggal terinjak-injak saat akan melakukan lempar jumrah di Mina.
9. Tahun 1990: Tragedi paling memilukan sepanjang penyelenggaraan haji. Sedikitnya 1.426 jemaah meninggal dunia saat berada di terowongan Mina menuju Mekah karena terinjak-injak dan berdesakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Cara Mudah Membuat Nama dari Your Name In Landsat NASA Secara Gratis
-
Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran
-
Amerika Serikat Kirim Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah, Tekan Iran Percepat Negosiasi Damai
-
Italia Ganti Patung Yesus yang Dirusak Tentara Israel di Lebanon
-
Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial